Posts

Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

Kali ini Software Akuntansi Easy Accounting System akan membahas tentang Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Pengeluaran.

perbedaan pajak

Pajak Masukan

Pajak masukan adalah PPN yang telah dipungut oleh PKP pada saat pembelian barang atau jasa kena pajak dalam masa pajak tertentu. Pajak masukan dijadikan kredit pajak oleh PKP untuk memperhitungkan sisa pajak yang terutang.

Karakteristik Pajak Masukan

Tata cara umum PPN adalah PKP mengkreditkan pajak masukan dalam suatu masa dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama. Apabila masa pajak tersebut lebih besar pajak keluaran maka kelebihan pajak keluaran harus disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, apabila dalam masa pajak tersebut pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, kelebihan pajak masukan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya. Dalam tata cara umum tersebut, jumlah yang harus dibayarkan oleh PKP berubah-ubah sesuai dengan pajak masukan yang dibayar dan pajak keluaran yang dipungut dalam suatu masa pajak.

Pajak Keluaran

Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau ekspor Jasa Kena Pajak.

Karakteristik Pajak Keluaran

Sebagai salah satu jenis pajak, PPN sering disebut pajak objektif. Yang ditekankan pada PPN adalah objek pajak yang akan dikenakan dan subjek pajak misalnya, barang-barang mewah, kendaraan mewah dan sebagainya. Yang pertama dikenakan adalah tarif pada setiap barang tersebut. Kemudian wajib pajak pengonsumsi barang tersebut yang dikenai beban pajaknya sehingga wajib pajak tersebut disebut sebagai subjek pajak.

PKP melakukan transaksi jual beli barang artinya, PKP mengambil atau memungut rupiah yang dihasilkan dari penjualan barang kena pajak (BKP) miliknya yang dibeli konsumen kemudian nantinya dapat berfungsi menjadi kredit pajak.

Adapun batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak keluaran tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup leluasa untuk melakukan pengkreditan pajaknya.

-Perbedaan Pajak-

Prinsip Dasar Pengkreditan Pajak Masukan

  • Pajak Masukan dalam suatu masa pajak dikreditkan dengan pajak keluaran untuk masa pajak yang sama.
  • Pajak Masukan yang dapat dikreditkan tetapi belum dikreditkan dengan pajak keluaran pada masa pajak yang sama, dapat dikreditkan pada masa pajak berikutnya paling lama 3 bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan
  • Bagi PKP yang belum berproduksi sehingga belum melakukan penyerahan yang terutang pajak, Pajak Masukan atas perolehan atau impor barang modal dapat dikreditkan.
  • Barang modal adalah harta berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan termasuk pengeluaran yang dikapitalisasikan ke barang modal tersebut.
  • Pajak Masukan yang dikreditkan harus menggunakan faktur pajak yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 5 dan ayat 9.
  • Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BKP atau JKP harus dikreditkan dengan pajak keluaran di tempat PKP dikukuhkan.
  • Apabila dalam masa pajak, pajak keluaran lebih besar daripada pajak masukan, selisihnya merupakan PPN yang harus disetor PKP.  Penyetoran PPN oleh PKP dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak dan sebelum surat pemberitahuan masa PPN disampaikan.  Surat pemberitahuan masa PPN disampaikan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.
  • Apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran, selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya (Pasal 9 ayat 4 UU PPN).
  • Atas kelebihan Pajak Masukan tsb dapat diajukan permohonan pengembalian pada akhir tahun buku. Termasuk dalam pengertian akhir tahun buku dalam ketentuan ini adalah Masa Pajak saat Wajib Pajak melakukan pengakhiran usaha (bubar). (Pasal 9 ayat 4a UU PPN).

Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan Berdasarkan Pasal 9 ayat 8 UU PPn atas Pengeluaran

  • Perolehan BKP/JKP sebelum Pengusaha dikukuhkan sebagai PKP. Ketentuan ini memberikan kepastian hukum bahwa Pajak Masukan yang diperoleh sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP tidak dapat dikreditkan
  • Perolehan BKP/JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha.
  • Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 5 atau ayat 9 atau tidak mencantumkan nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean yang faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 6.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan
  • Perolehan Barang Kena Pajak selain barang modal atau Jasa Kena Pajak sebelum Pengusaha Kena Pajak berproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat 2a.
  • Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang tidak terutang PPN atau mendapat fasilitas PPN dibebaskan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat 5 dan pasal 16B ayat 3.

Nah, sudah lebih mengerti kan tentang pajak masukan dan pajak keluaran ? Dan pasti sudah tahu juga kan perbedaan pajak dari kedua jenis pajak tersebut ?

Kalau masih belum puas untuk penjelasan perbedaan pajak ini, bisa baca artikel lain yang ada di web EASY ini ya…

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Arus Kas Lebih Simple dengan Software Akuntansi

Kelola Arus Kas Lebih Simple

Membuat laporan arus kas perusahaan adalah bagian penting dari mengelola bisnis, tetapi juga benar-benar membosankan. Lebih teliti dalam pengelolaannya mampu menghemat waktu dan alat-alat yang dapat membuat pelaporan arus kas pebisnis menjadi pekerjaan yang jauh lebih mudah.

arus kas

Membuat laporan beserta perkiraannya akan memberikan pemilik bisnis kesempatan untuk melihat gambaran usahanya lebih besar, terutama jika pemiliknya belum pernah membuat aliran proyeksi kas untuk perusahaan sama sekali. Pemilik bisnis bisa saja memulainya dengan alat bantu gratis untuk membuat laporan arus dan melihat seberapa jauh yang perusahaan dapatkan. Jika membutuhkan analisa lebih, coba aplikasi berbiaya bulanan. Pemilik bisa saja membatalkan penggunaannya di suatu waktu jika ternyata aplikasi ini tidak membantu.

Format gratis untuk laporan arus kas

Mengapa harus membuat format baru jika ada format yang tersedia untuk diunduh secara gratis? Sulit untuk keliru dengan template yang disiapkan oleh para profesional dibidangnya. Satu-satunya kesalahan yang mungkin terjadi adalah minimnya pengetahuan keuangan dasar terkait pendapatan dan biaya.

Aplikasi dan alat kelola arus kas

Sudah ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah aplikasi bisnis tersedia secara online. Jika pebisnis membutuhkan lebih dari sekedar format, mencoba beberapa aplikasi untuk menciptakan dan mengelola laporan keuangan bisa jadi solusi. Seperti Jurnal, adalah cara yang bagus untuk mengelola arus kas beserta pelaporannya.

Software akuntansi

Jika pebisnis menggunakan software akuntansi untuk mengelola pembukuan usaha, maka hampir pasti akses ke arus kas dan pengelolaannya akan sangat baik. Jurnal memiliki pengelolaan arus yang sangat mudah, rinci dan efektif. Fitur yang ada akan menghemat waktu karena data perusahaan sudah tersimpan dalam perangkat lunak.

Akuntan

Kecuali pemilik usaha terlatih dalam akuntansi, akuntan dalam perusahaan harus ikut terlibat dalam proses pengembangan laporan arus kas. Mungkin akan ada biaya ekstra untuk pengembangan ini, tetapi lebih baik untuk memiliki laporan yang akurat daripada mempunyai satu tapi ternyata tidak membantu.

Pendekatan yang diambil dapat membuat pekerjaan lebih mudah, tapi perlu berhati-hati bahwa laporan apapun hanya sebagai informasi yang dimasukkan ke dalam laporan.

Laporan keuangan yang salah akan sama berbahayanya dengan tidak memiliki laporan sama sekali, bahkan mungkin lebih berbahaya!

Informasi yang kurang tepat dapat menyebabkan bisnis menyusuri jalan yang mungkin membahayakan perusahaan. Atau laporan yang tidak akurat dapat mencegah pemilik bisnis dari peluang yang seharusnya disadari. Menggunakan sumber daya ini dapat memberikan pemilik posisi arus kas sebelum menjadi krisis. Mulai pembukuan dan pengelolaan arus kas secara efisien dan mudah, mulai dari sekarang!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Bagaimana Agar Bisnis Kita Mampu Bertahan di Tengah Krisis

Agar Bisnis Mampu Bertahan di Tengah Krisis

Software Akuntansi Easy Accounting System kali ini membahas artikel menarik yaitu tentang bisnis. Simak yuk!!

Zaman telah berubah dari waktu ke waktu. Kalau dulunya kita mendapat informasi  dari media cetak agak telat dikarenakan informasi yang melalui media surat kabar harus dicetak terlebih dahulu baru disebarkan karena hal ini membutuhkan proses terlebih dahulu. Namun, sekarang sudah ada media sosial dan internet sehingga kita bisa mendapatkan informasi maupun mengirim informasi dengan cepat bahkan bisa dalam waktu hitungan detik.

Pada tahun 90-an, brand – brand elektronik yang terkenal berasal dari Jepang baik dunia elektronik, dunia otomotif, juga dunia entertainment dikuasai oleh Jepang. Tapi siapa yang sangka ternyata pada tahun 2008 ke atas, muncul merk besar seperti Samsung, Blackberry, Nokia, Iphone dan lain sebagainya dan ternyata hal ini membuat akhirnya perusahaan Jepang menjadi goncang.

Negeri Sakura membutuhkan proses yang lama, bahkan untuk membuat atau memutuskan suatu keputusan diperlukan waktu satu hingga dua bulan, itu pun hanya untuk satu keputusan. Jika kita melihat brand – brand ponsel terkenal yang berasal dari Negeri Ginseng. Mereka menerapkan konsep untuk cepat dalam segala sesuatu. Mereka beranggapan bahwa lebih baik cepat walaupun mungkin ada beberapa hal yang perlu mereka sempurnakan.  Dan ternyata di era sekarang, konsumen tidak lagi sabar untuk menunggu dan mengganti ponsel mereka setiap dua tahun sekali. Konsumen membutuhkan sesuatu yang cepat. Mereka tidak membutuhkan inovasi yang luar biasa tetapi selalu update.

Hal yang kedua, bangsa Jepang adalah bangsa yang perfeksionis, mereka tidak dapat menerima kesalahan. Mereka beranggapan bahwa lebih baik tidak memulai sama sekali daripada mereka melakukan kesalahan. Tapi kalau kita lihat perusahaan – perusahaan IT yang besar di Amerika Serikat,  mereka menyiapkan budget untuk kesalahan, mereka juga memberikan reward bagi setiap staff yang memberikan ide. Walaupun pada akhirnya ide tersebut memberikan kerugian bagi perusahaan. Tapi mereka tetap percaya setiap kesalahan, seratus kesalahan maupun ribuan kesalahan akan memunculkan satu ide yang brilian yang akhirnya menjadi sebuah unicorn, sebuah produk yang dapat memberikan hasil yang luar biasa.

Agar bisnis mampu bertahan ditengah krisis, perlu menerapkan yang namanya  10 minutes brief.

Sebuah perusahaan tidak lagi efektif dengan cara kepemimpinan yang konservatif maupun otoriter. Perusahaan – perusahaan berkembang di Amerika Serikat tidak lagi memiliki sekat antara ruang CEO dengan staff biasa bahkan mereka tidak lagi meeting berjam – jam. Mereka dapat meeting dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun.

Tidak lagi efektif dengan meeting berjam – jam, 8 jam sehari, 3 sampai 7 kali meeting dalam seminggu, yang perlu kita lakukan adalah kita cukup briefing selama 10 menit. Kita tanyakan apa yang sudah kamu lakukan, apa yang akan kamu lakukan nanti dan 10 minutes brief dapat kita lakukan dengan casual, seperti pada saat di tempat makan, pada saat lunch break atau pada saat coffee break, atau pada saat ditempat resepsionis dan lain sebagainya.

Bagaimana ? Setelah membaca artikel ini, apakah Anda tertarik untuk mengikuti cara Negara Jepang, Amerika Serikat ataupun Korea dalam mengembangkan bisnis Anda ?

Tentunya hal ini akan menarik, bukan ?

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id