Posts

Latar Belakang, Manfaat Serta Tujuan Pajak Amnesty

Di artikel sebelumnya sudah dibahas tentang Apa itu Pajak Amnesty serta Bagaimana Proses Amnesti Pajak tersebut kan? Yang masih belum baca, bisa dilihat disini ya….. Cara Ikut Program Tax Amnesty

ilustrasi pajak amnesty

Latar Belakang Pajak Amnesty

  • Moderasi Pertumbuhan Ekonomi Global
  • Perekonomian Amerika Yang Belum Stabil
  • Perlambatan Pertumbuhan Tiongkok
  • Ketidakpastian Kebijakan Moneter
  • Harga Komoditas Menurun
  • Risiko Geopolitik: Timur Tengah & Brexit

Manfaat Amnesti Pajak

1. Untuk Pemerintahan

Dengan diberlakukannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini maka akan menambah penghasilan pernerimaan baru dimana penambahannya dirasa cukup efektif dalam mengurangi penerimaan negara yang semakin berkurang. Dengan diterapkannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini maka secara otomatis akan menarik dana yang terdapat di luar negeri ke Indonesia yang menjadikannya masuk ke dalam pencatatan untuk sumber pajak baru. Amnesti pajak yang diasumsikan oleh pemerintah sebanyak Rp.60 triliun yang tercantumpada APBN 2016. Nominal tersebut berasal dari tarif tebusan sebesar 3% dari dana yang masuk yaitu sekitar Rp. 2.000 triliun.

2. Untuk Pengembang

Dengan diberlakukannya amnesti pajak atau pengampunan pajak ini maka membuat sektor properti mengalami pertumbuhan untuk tahun berikutnya. Kebijakan ini berhubungan dengan pajak yang menjadikan indikator untuk kebangkitan sebuah bisnis proprtyi yang ada di Indonesia. Tax amnsty ini sangat dipercaya untuk memberikan sebuah pengaruh terhadap pengembang untuk dapat terus berhubungan dengan para investor. Para investor selama ini merasa tidak mau untuk menamkan modalnya di Indonesia karena negara Indonesia mempunyai pajak properti yang tergolong sangat tinggi.

3. Untuk Investor

Bukan hanya dari pemerintah dan pengembang saja yang merasa senang dengan kabar ini, hadirnya tax amnesty atau pengampunan pajak ini juga sangat disambut baik oleh para investor. Dengan adanya tax amnesty akan memberikan keuntungan terhadap kegiatan bisnis. Amnesti pajak ini dapat membuat para konsumen serta investor untuk lebih berani lagi melakukan pembelian terhadap properti. Dengan demikian, para investor tidak merasa takut lagi untuk melakukan pembelian properti.

Tujuan Pajak Amnesty

  1. Repatriasi atau menarik dana warga negara Indonesia yang ada di luar negeri.
  2. Untuk meningkatkan pertumbuhan nasional.
  3. Lebih meningkatkan basis perpajakan nasional, yaitu aset yang disampaikan dalam permohonan pengampunan pajak dapat dimanfaatkan untuk pemajakan yang akan datang.
  4. Meningkatkan penerimaan pajak tahun ini.

“Kebijakan pengampunan pajak akan menghasilkan penerimaan negara dari uang tebusan yang dibayarkan wajib pajak yang mengikuti program tersebut”

Kunci sukses yang bisa dipelajari dari penerapan pengampunan pajak yaitu:

Pertama adalah rancangan kebijakan harus menjadi titik tolak dari sistem perpajakan yang baru melalui rekonsiliasi data.

Kedua, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus memiliki data yang akurat, serta membangun administrasi pajak yang kuat dan efektif.

Ketiga, Pelaksanaan pengampunan pajak harus didukung dengan prosedur yang jelas dan mengikat bagi semua wajib pajak yang mengajukan pengampunan.

Keempat, Langkah pengampunan pajak harus dilengkapi dengan penegakan hukum yang tegas.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silakan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp : 0838 7717 7119

Telepon: 021 225 451 83

Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Cara Ikut Program Tax Amnesty (Bagian II)

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty?

program tax amnesty

Artikel ini akan membahas tentang Perhitungan Program Tax Amnesty dan Surat Permohonannya, dibaca ya guys..

Simulasi Contoh Perhitungan Uang Tebusan Tax Amnesty

Sebagai contoh ilustrasi PT. A adalah WP badan Usaha yang telah melaporkan SPT PPh Badan terakhir untuk tahun 2015 pada periode 31 Maret 2016, namun ada harta tambahan senilai lebih kurang 1 Milyar yang dimiliki perusahaan belum dilaporkan  dalam SPT dan ingin melaporkan pada periode pertama, perhitungan uang tebusannya adalah sebagiai berikut:

2% X (75% X 1 Milyar) atau 2% X 250 juta = 5 juta rupiah

Catatan : Patokan nilai harta bersih diperoleh dengan menghitung nilai harta dikurangi dengan nilai maksimal hutang atas perolehan harta tersebut. Dengan catatan bahwa nilai hutang tersebut belum dicantumkan dalam laporan SPT PPh Badan terakhir.

Formulir dan Surat Permohonan Tax Amnesty

Anda bisa download disini : Format Formulir dan Surat Permohonan Amesty Pajak dalam format Microsoft Word dan Excel, mengenai petunjuk pengisiannya Anda bisa pelajari mengenai Juknis dari Direktorat Jenderal Pajak (point 4 dan 5 diatas).

Dengan kebijakan pengampunan pajak Tax Amnesty yang dikeluarkan oleh pemerintah ini diyakini bisa meningkatkan pendapatan negara khususnya dari pajak, dengan target sampai dengan batas akhir periode pelaporan 31 Maret 2017 adalah sebesar 165 Triliun rupiah.

Terutama program ini diharapkan bisa memancing masuknya aliran dana terkait WNI yang mengalihkan harta yang dimilikinya dari luar negeri masuk ke Indonesia untuk menunjang pembangunan, dan target jangka panjang dalam rangka meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia melalui pengembangan investasi di semua sektor.

Pada dasarnya penerapan tax amnesty ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wajib pajak, subyek dan obyek pajak sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari dana-dana yang di “parkir” di luar negeri.

Nah, sebenarnya jika Anda “Wajib Pajak” selalu melaporkan pajak harta Anda setiap tahunnya dengan teratur, maka Tax Amnesty ini dapat dihindari. Jika perusahaan Anda mengalami kesulitan dalam perhitungan pajak, jangan khawatir karena saya punya SOLUSI untuk masalah tersebut.

“Jangan sampai keuangan perusahaan Anda terhambat apalagi harus sampai mengeluarkan biaya lebih hanya karena kesalahan pada perhitungan keuangan perusahaan.”

Jadi, Easy Accounting System hadir untuk membantu kelancaran laporan keuangan pada perusahaan Anda. Dimulai dari pemasukan hingga pengeluaran akan tercatat akurat dengan hanya sekali “KLIK”. Jika Anda masih bersikeras menggunakan manual, kini saatnya Anda BERUBAH dan MERUBAH cara kerja Accounting Anda.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

Telepon: 021 225 451 83
WhatsApp: 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty ? (Bagian I)

Sudah Tahu Cara Ikut Program Tax Amnesty?

 

Mau Ikut Program Tax Amnesty? Simak baik-baik ya.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan siap mengawal implementasi program amnesti pajak, setelah adanya penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK.03/2016 sebagai turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Nah, sebelum lebih jauh mari cari tahu dulu apa itu Tax Amnesty:

Pengertian Tax Amnesty

Tax Amnesty adalah kebijakan pemerintah dengan menghapus pajak terhutang serta beban administrasi berupa denda pajak dan sanksi pidana bagi wajib pajak yang saat ini belum melaporkan harta dan kekayaan yang dimilikinya dengan cara membayar uang tebusan sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku.

Wajib Pajak yang bisa menggunakan fasilitas Tax Amnesti ini berupa: Wajib Pajak Badan Usaha, Orang Pribadi, dan Para Pengusaha  yang ingin melaporkan sebagian harta yang saat ini belum pernah dilaporkan melalui SPT Tahunan Pajak, bahkan program ini bisa diperuntukkan bagi mereka yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagaimana Cara Menghitung Tarif Uang Tebusan Amnesti Pajak

Cara menghitung besaran Tax Amnesty dengan menggunakan rumus:

Tarif Pajak X Harta Bersih

Tarif pajak yang dikenakan bervariasi sesuai dengan waktu Wajib Pajak dalam melapor dan membuat surat pernyataan, semakin cepat akan semakin besar nilai potongan discount yang diberikan.

Besaran tarif pajak sesuai dengan undang-undang nomor 11 Tahun 2016 mengenai Tax Amnesty:

A. Tarif Pajak Tax Amnesty

1. Wajib Pajak yang memiliki harta dalam negeri:

  • Periode I : Tarif 2%,  penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai  dengan 30 September 2016 ;
  • Periode II : Tarif 3%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016 ;
  • Periode III : Tarif 5%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

2. Wajib Pajak yang memiliki harta di luar negeri:

  • Periode I : Tarif 4%,  penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Juli sampai  dengan 30 September 2016 ;
  • Periode II : Tarif 6%, penyampaian surat pernyataan pada Tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2016 ;
  • Periode III : Tarif 10%, penyampaian surat pernyataan pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2017.

Catatan :

  • Jika aset yang berada di luar negeri tersebut dialihkan ke dalam negeri maka tarif yang dikenakan adalah sesuai dengan tarif harta dalam negeri atau sesuai dengan point nomor 1 diatas.
  • Semakin cepat melapor maka akan semakin besar potongan diskon yang diterima oleh WP.

3. Wajib Pajak memiliki usaha dengan omset dibawah 4,8 Milyar per Tahun:

  • Tarif : 0,5%,  bagi WP yang memiliki harta sampai dengan 10 Milyar
  • Tarif : 2%, bagi WP yang memiliki harta diatas 10 Milyar

Batas waktu pelaporan sampai dengan tanggal 31 Maret 2017

B. Harta Bersih

Nilai Harta bersih dihitung dengan cara mengurangi seluruh harta yang dimiliki dengan nilai hutang atas perolehan aset tersebut, dengan ketentuan maksimal hutang adalah 75% dari nilai aset untuk WP Badan dan 50% untuk WP Orang Pribadi.

Peraturan Pemerintah Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengampunan Pajak

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/ PMK-118-PMK.03/2016, Tentang Pelaksanaan UU No 11 Tahun 2016 mengenai Pengampunan Pajak ;
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-119-PMK-08-2016, Tentang Tata Cara Pengalihan Harta WP ke dalam negeri dan penempatannya pada Instrumen Investasi Pemerintah ;
  3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 600/KMK.03/2016, Penetapan penunjukan bank Persepsi yang berhak sebagai penerima uang tebusan amnesty pajak ;
  4. Lampiran Tentang Juknis Pengisian Dokumen Formulir Amnesty Pajak  dari Direktorat Jenderal Pajak : Lampiran 1 – 4, Lampiran 5 – 11, Lampiran 12 – 19.
  5. Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2016, Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Dokumen dalam rangka Amnesty Pajak ;

Baca Juga: Cara Ikut Program Tax Amnesty (Bagian II)

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id