Posts

Cara Mencegah Kecurangan Akuntansi atau Fraud

Kecurangan akuntansi terjadi berulang kali, hal ini karena terdapat faktor-faktor pendorong yang mengakibatkan terjadinya kecurangan akuntansi. Menurut Simanjuntak (2008), faktor  yang mendorong seseorang  melakukan  kecurangan bisa berasal dari faktor umum dan individu. Agar bisa mengatasi kecurangan tersebut, kita harus mengetahui beberapa faktor penyebabnya.Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kecurangan akuntansi:

1.  Faktor Umum

Merupakan  faktor  yang  berhubungan  dengan  organisasi  sebagai  korban perbuatan kecurangan. Faktor ini meliputi:

a.  Kesempatan (Opportunity)

Kesempatan untuk melakukan kecurangan tergantung  pada  kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Umumnya, manajemen suatu organisasi atau  perusahaan  memiliki  potensi  yang  lebih  besar  untuk  melakukan kecurangan  daripada  karyawan. Tetapi, patut digarisbawahi bahwa kesempatan untuk melakukan kecurangan  selalu ada pada setiap kedudukan.

b.  Pengungkapan (Exposure)

Terungkapnya suatu kecurangan dalam organisasi atau perusahaan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. Oleh karena itu, setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.

2.  Faktor Individu

Berhubungan dengan individu sebagai pelaku kecurangan. Faktor ini terdiri dari:

a.  Ketamakan (Greed)

Ketamakan berhubungan dengan moral individu. Pandangan hidup dan lingkungan berperan dalam pembentukan moral seseorang.

b.  Kebutuhan (Need)

Berhubungan dengan pandangan/pikiran dan keperluan  pegawai/pejabat yang terkait dengan aset yang dimiliki  perusahaan/instansi/organisasi tempat  ia bekerja. Selain  itu  tekanan (pressure) yang dihadapi dalam bekerja dapat menyebabkan orang yang jujur mempunyai motif untuk melakukan kecurangan.

Penjelasan di atas memberikan informasi bahwa fraud kerap kali terjadi dalam dunia bisnis, hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor yang mendorong terjadinya kecurangan akuntansi. Informasi tersebut penting untuk dipahami oleh pelaku bisnis, namun yang tidak kalah penting adalah upaya pencegahan kecurangan tersebut agar tidak merugikan perusahaan.

Fraud dapat dicegah, dengan adanya upaya pencegahan tersebut maka diharapkan akan dapat menyelamatkan bisnis perusahaan, seperti kita ketahui kecurangan akuntansi dapat mengakibatkan kebangkrutan atau matinya perusahaan, untuk lebih jelas tentang akibat dari praktik kecurangan akuntansi yang telah meruntuhkan perusahaan besar di penjuru dunia anda boleh membaca artikel Kecurangan Akuntansi yang menghebohkan dunia.

Pencegahan praktik Kecurangan ini dapat  dilakukan dengan  beberapa  cara. Wilopo (2006) dalam  penelitiannya mengemukakan  bahwa upaya  menghilangkan  perilaku  tidak  etis  manajemen  dan  kecenderungan kecurangan dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.
  • Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.
  • Pelaksanaan good governance.
  • Memperbaiki  moral  dari  pengelola  perusahaan,  yang  diwujudkan  dengan mengembangkan sikap.
  • Komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.

Nah, Kecurangan terjadi karena terdapat beberapa faktor pendorong, faktor tersebut menjadikan terjadinya praktik fraud. Praktik kecurangan ini sangat merugikan perusahaan oleh karena itu perlu diadakan upaya pencegahan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

No. Telepon: 021-58908469

WhatsApp: 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Komponen dan Sifat Laporan Keuangan Organisasi

Komponen dan Sifat Laporan Keuangan Organisasi

Berbagai kebutuhan usaha sama sekali tidak akan pernah bisa terlepas dari yang namanya laporan keuangan. Sifat laporan keuangan menjadi faktor penentu utama dari berbagai kinerja dan posisi keuangan perusahaan tersebut. Namun terdapat pula organisasi perusahaan besar yang sama sekali belum memiliki sistem perencanaan penyusunan laporan keuangan yang sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.

ilustrasi sifat laporan keuangan

Berikut adalah beberapa laporan keuangan yang secara umum digunakan oleh kebanyakan perusahaan Nasional

Laporan Laba Rugi

yaitu ikhtisar dari bagian pendapatan dan beban selama periode tertentu, setiap bulan atau tahunan. Dalam laporan inilah kita dapat melihat seperti apa kinerja perusahaan.

Laporan Ekuitas/Modal

merupakan ikhtisar atas perubahan modal/ekuitas selama periode tertentu (umumnya bulanan).

Neraca

adalah laporan tentang sistematis mengenai harta, kewajiban, dan modal/ ekuitas selama periode tertentu. Laporan ini hanya sebatas untuk melihat posisi keuangan perusahaan.

Laporan Arus Kas

adalah ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas selama periode tertentu.

Dari keempat laporan tersebut merupakan laporan keuangan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan. Satu sama lain saling terkait hingga penggunanya dapat dengan mudah untuk menganalisis dalam pengambilan keputusan keuangan. Seringkali kita sedikit kurang cermat dalam membukukan, mencatat, memposting laporan sehingga banyak sekali mengalami kesalahan yang fatal.

Seperti apa kesalahan fatal tersebut dan bagaimana penyusunan laporan keuangan yang lebih tepat?

Faktor siklus akuntansi. Meskipun sebenarnya seperti terlihat sederhana, faktor ini sebenarnya sangat tidak baik untuk diabaikan. Salah alur sedikit saja maka jalur laporan keuangan kita sudah tersesat jauh entah ke mana. Laporan seperti inipun tidak akan layak untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan.

Lalu apa sebenarnya yang perlu kita siapkan untuk pertama kali? Tentu saja sumber dokumen untuk penyusunan laporan seperti nota, kuitansi, dan lain sebagainya harus sudah siap untuk dipilah. Catatlah dalam bentuk jurnal umum atau jurnal khusus, kemudian poskan ke dalam buku besar dan buku besar pembantu. Siapkan juga Neraca Saldo dan data penyesuaian untuk menyelesaikan Neraca Lajur. Segera siapkan Laporan Keuangan. Buatlah ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup lalu poskan ke dalam buku besar. Langkah terakhir adalah, membuat Neraca Saldo setelah penutupan dan Laporan Keuangan sudah berakhir.

Laporan Keuangan sudah barang tentu harus informatif dan komunikatif. Laporan keuangan merupakan hasil output dari pengolahan segala macam transaksi yang sudah terkumpul ke dalam buku besar dan sudah tersaji dengan baik dalam bentuk laporan keuangan sebagai hasil operasional perusahaan selama satu periode.

Informatif

Apa yang telah tersaji tentu dapat dipercaya, kuantitatif, menunjukkan perubahan dalam harta, kewajiban, serta modal, dan sudah memenuhi segala keperluan pemakainya dalam pengambilan segala keputusan-keputusan ekonomi.

Komunikatif berarti dapat dipahami dari setiap dua arah

untuk para pihak yang masih berkepentingan seperti manajemen, pemilik modal, kreditur, investor, penyalur, pegawai, lembaga pemerintahan, dan juga masyarakat.

Pada kenyataannya, penyusunan laporan keuangan masih saja kurang memperhatikan sifat-sifat tersebut. Biasanya yang umum terjadi adalah pada bisnis berskala kecil.

Dari satu sisi penyusun laporan setidaknya harus mengerti jenis bisnis yang dijalankan dan seperti apa karakteristiknya. Karakteristik lingkungan biasanya adalah yang paling menonjol berpengaruh terhadap ekonomi, struktur harta (aktiva), resiko bisnis, dan margin (keuntungan). Dari tiap masing-masing karakteristik tersebut, penyusunan laporan harus memiliki pengetahuan bagaimana untuk menganalisis laporan tersebut dan tidak hanya sekadar menjurnal, memposting, dan menyamakan laporan keuangan lalu sudah beres. Analisis laporan keuangan begitu penting untuk melakukan segala perencanaan keuangan di kemudian hari. Tanpa adanya analisis sudah tentu perusahaan tidak akan dapat membuat proyeksi profit dan grafik tren di masa yang akan datang.

Akuntansi berperan penting sebagai penyedia data dalam hal penyusunan laporan keuangan. Terdapat beberapa prinsip yang terlahir dari asumsi dasar dan beberapa kesepakatan praktek akuntansi.

Secara umum sebenarnya terdapat lima kesalahan fatal dalam penyusunan laporan keuangan :

  1. Kurang paham siklus akuntansi atau tidak memiliki basic akuntansi yang kuat, akibatnya adalah penyusun laporan  seringkali terjebak dalam memilah dan menganalisisnya sampai berulang-ulang.
  2. Laporan keuangan yang tidak relevan untuk pemakainya, tidak berupa informasi yang valid sehingga tidak layak untuk dikonsumsi oleh para pengambil keputusan.
  3. Penyusunan laporan kurang memperhatikan tentang pengaruh lingkungan dan karakteristik usahanya. Padahal inilah yang sebenarnya sangat diperlukan untuk menganalisis laporan dan kinerja keuangan bagi suatu perusahaan.
  4. Laporan keuangan tidak mengandung prinsip dasar dan asumsi-asumsi akuntansi sehingga komponen penyusunnya seringkali tidak terstruktur dengan baik.
  5. Masih banyak penyusunan laporan yang mengandalkan pencatatan secara manual. Teknologi modern banyak membawa akuntansi kepada pencatatan yang otomatis. Maka jadikan pencatatan manual hanya sebagai cadangan saja, pengendali, serta pembanding keakuratan dari sistem.

Sudah tahu kan apa saja komponen dan sifat laporan keuangan? Jangan lupa baca artikel yang lainnya ya…

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Aplikasi atau Software yang Mengubah Hidup Anda

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Salah satu pemicu utamanya adalah aplikasi atau software. Orang – orang zaman sekarang lebih sering menatap smartphone mereka untuk mengupdate berita terkini, update status maupun chatting di sosial media. Hidup mereka seolah-olah tak bisa lepas dengan yang namanya smartphone. Faktor utamanya adalah aplikasi. Aplikasi di smartphone sangat membantu kita misalnya untuk mengirimkan kabar dengan cepat dan mengupdate berita terkini.

Software Produktivitas

Selain aplikasi – aplikasi smartphone, ada juga aplikasi yang di buat khusus untuk membantu sistem kinerja operasional perusahaan Anda. Aplikasi ini di buat untuk membantu para karyawan sehingga aktivitas dan pekerjaan di kantor menjadi lebih mudah. Salah satu aplikasi atau software yang paling banyak di minati di kalangan perusahaan adalah software akuntansi.

Apakah Software Akuntansi Itu ?

Software akuntansi adalah software yang di buat untuk mencatat transaksi yang dilakukan oleh perusahaan ke dalam laporan keuangan. Software Accounting tentunya akan memudahkan para akuntan ataupun finance/accounting di perusahaan – perusahaan dalam mengelola laporan keuangan yang mereka miliki. Dengan menggunakan software accounting tentunya pekerjaan anda jauh lebih mudah, lebih efisien dan hemat waktu.

Jika anda masih menggunakan sistem manual pada perusahaan anda. Kini saatnya anda beralih menggunakan software akuntansi.

Software Akuntansi “Easy Accounting System”

*Teknologi Modern*

Software ACCURATE 5 Accounting menggunakan engine database yang mampu menampung banyak data. ACCURATE 5 Accounting juga dapat digunakan secara online, sehingga database dapat diakses di mana saja selama sisi client dan server terhubung internet. ACCURATE 5 Accounting juga dilengkapi dengan laporan dan template yang dinamis, sehingga dapat di ubah sesuai dengan keinginan.

EASY 5 Accounting juga mampu menampung jumlah stok yang cukup banyak mencapai 800.000 item Stok dan untuk ukuran database tergantung dari kemampuan PC anda. ACCURATE 5 juga selalu memberikan Inovasi – Inovasi untuk mempermudah dalam melakukan Transaksi Bisnis anda.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 225 451 83
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Penjelasan dan Klasifikasi Umum Tentang Biaya Distribusi

Software Akuntansi – Penjelasan dan Klasifikasi Umum Tentang Biaya Distribusi

Software Akuntansi – Dari pengertian yang luas biaya distribusi dapat dikategorikan sebagai biaya yang berhubungan dengan semua kegiatan, mulai dari saat barang-barang telah dibeli/ diproduksi sampai barang-barang tiba di tempat pelanggan. Jadi biaya distribusi adalah biaya pemasaran atau lebih tepatnya disebut dengan biaya saluran penjualan. Namun dalam pembahasan di sini, yang dimaksud dengan biaya distribusi adalah biaya-biaya yang lazim berada di bawah pengendalian penuh para eksekutif pemasaran atau penjualan, tidak termasuk biaya administrasi dan biaya finansial.

6a01156f92dd85970c0120a86c73f8970b-800wi

Biaya distribusi meliputi dan tidak terbatas hanya kepada, klasifikasi-klasifikasi umum berikut ini :

  • Biaya Langsung Penjualan (Direct Selling Expense).

Semua biaya langsung untuk memperoleh order, termasuk biaya langsung dari para salesmen, manajemen dan pengembalian penjualan, kantor-kantor caang, dan jasa penjualan – yaitu semua biaya yang lazim berhubungan dengan mencari order.

  • Biaya Periklanan dan Promosi Penjualan.

Semua pengeluaran media advertensi, biaya-biaya yang berhubungan dengan berbagai jenis promosi penjualan, pengembangan padar dan publisitas.

  • Biaya Transportasi.

Semua beban transporatasi untuk pengiriman batang kepada para pelanggan dan atas barang yang dikembalikan, serta biaya untuk mengelola dan memelihara bekerjanya fasilitas-fasilitas transportasi keluar.

  • Biaya Pergudangan dan Penyimpanan(Warehousing and Storage Expanse).

Termasuk semua biaya untuk penggudangan, penyimpanan, penanganan persediaan, pemenuhan order, dan pembukuan serta penyiapan pengiriman.

  • Biaya  Distribusi Umum.

Semua biaya lain yang berhubungan dengan fungsi-fungsi distribusi di bawah manajemen penjualan yang tidak termasuk pada klasifikasi 1 sampai dengan 4 di atas. Ini dapat meliputi biaya umum pengelolaan penjualan, pelatihan, riset pasar, dan fungsi-fungsi staf seperti akuntansi.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

 

Hal Penting Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang dan Distribusi

Software Akuntansi – Hal Penting Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang dan Distribusi

Software Akuntansi – Sebelum membahas perusahaan dagang & distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat penggolongan perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya. Yaitu dibedakan antara perusahaan dagang, perusahaan jasa dan perusahaan manufaktur.

  • Perusahaan dagang utamanya bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan barang.
  • Perusahaan jasa kegiatan utamanya menghasilkan jasa untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan jasa tersebut.
  • Perusahaan manufaktur, mempunyai kegiatan usaha membeli bahan mentah dan atau bahan setengah jadi untuk diolah menjadi barang jadi.

20110503112340496

Ketiga perusahaan tersebut memiliki karakter yang berbeda dalam akuntansinya. Yang paling utama dalam hal Inventory. Mari kita fokuskan pembahasan ini hanya mengenai perusahaan dagang. Siklus dalam perusahaan dagang utamanya ada empat, yaitu pembelian, penjualan, arus kas dan persediaan barang (stock).

Dalam semua siklus yang terjadi pada perusahaan dagang, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal penting dalam pengelolaan Perusahaan Dagang :

  • Rekening Akuntansi Yang Digunakan Perusahaan Dagang

Untuk perusahaan dagang,  akun-akun yang digunakan lebih variatif dibandingkan jenis usaha  jasa atau lainnya. Hal ini akan sangat terbantu bila perusahaan dagang tersebut menggunakan  software akuntansi. Karena umumnya softarwe tersebut sudah menyediakan rekening yang sudah sesuai dengan standar akuntansi.

  • Inventory Control

Untuk bisa selalu eksis dalam mengelola perusahaan dagang, stok merupakan salah satu  kunci  bagi perusahaan dagang untuk meningkatkan profit perusahaan. Dengan selalu tersedianya stok barang maka perusahaan dagang memiliki daya saing dengan perusahaan dagang sejenis. Untuk menuju ke perusahaan dengan keuangan yang sehat dan memiliki daya saing, biasanya perusahaan dagang membuat rencana untuk stok opname tiap bulannya. Hal ini untuk  mengetahui jumlah yang riil antara pencatatan stock di gudang dalam bentuk fisik dengan pencatatan stok di kantor secara tertulis. Dalam pencatatan persediaan barang di bidang akuntansi, dibedakan menjadi 2 yaitu : persediaan periodik dan metode persediaan perpetual.

– Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan yang ada.

– Dalam metode periodik, adanya transaksi pembelian tidak didebet pada rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada rekening persediaan tapi pada rekening penjualan.

  • Kelancaran Hutang – Piutang

Hutang usaha yang lancar menjadi kekuatan untuk selalu tersedianya stok. Karena supplier akan  senang untuk memberikan barangnya manakala hutang usaha yang kita miliki selalu lancar. Begitu pula piutang usaha. Untuk membantu Arus Kas. Umur piutang menjadi penentunya. Karena penghasil kas adalah dari konsumen. Semakin lama umur piutang, maka perusahaan akan sulit dalam mendapatkan kas.

  • Cash Flow (Aliran Kas)

Cash is King, kas adalah raja. Inti dari pengelolaan perusahaan adalah Aliran  Kas. Sehingga dengan terorganisirnya dana kas yang baik semua aktivitas perusahaan bisa selalu terjaga. Baik itu untuk dana untuk operasional perusahaan, hutang-piutang yang jatuh tempo ataupun bila perusahaan ingin berinvestasi, misalnya dengan membeli tanah, bangunan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu laporan keuangan khususnya kas masuk dan kas keuangan sangat penting dalam menentukan baik tidaknya kondisi keuangan  perusahaan dagang tesebut.

  • Profit Perusahaan

Untuk menjaga perusahaan tetap berkembang, maka profit adalah kata kuncinya. Karena tanpa profit, perusahaan akan selalu stagnan. Ketika perusahaan stagnan, maka akan kalah bersaing  dengan perusahan pesaing.

Oleh karena itu untuk bisa mendapatkan kelima hal tersebut, mutlak diperlukan alat bantu atau tools yang bisa memberikan 5 informasi tersebut. Saat ini, kebanyakan orang masih menggunakan catatan manual untuk mendukung usaha dagangnya. Bahkan masih ada perusahaan dagang atau distributor yang menggunakan pencatatan manual dalam menjalankan usahanya. Jelas dukungan software adalah jawabannya. Yaitu software akuntansi yang bisa memberikan gambaran mengenai stok, hutang & piutang, laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi.

Saat ini banyak pilihan software akuntansi. Pilihannya ada yang menitik-beratkan pada pada stok perusahaan dagang, ada juga yang terintegrasi untuk semua informasi yang dibutuhkan perusahaan seperti stok barang, transaksi penjualan Easy Accounting System menjadi salah satu pilihan dalam memilih software untuk menjalankan perusahaan dagang. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai software akuntansi Easy Accounting System silakan kunjungi website kami.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

 

Konsep Persediaan Barang Dagang

Software Akuntansi – Konsep Persediaan Barang Dagang

Software Akuntansi – Persediaan barang dagang atau dalam bahasa inggris disebut merchindise inventory diartikan sebagai barang yang dimiliki oleh perusahaan yang didapatkan dengan cara membelinya dari pemasok atau membuatnya sendiri kemudian disimpan untuk sementara yang diperuntukan untuk dijual kepada konsumen atau untuk memproduksi barang yang akan dijual dalam operasi usahanya. Persediaan barang dagang digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu persediaan barang dalam perusahaan dagang dan persediaan barang dalam perusahaan manufaktur.

distribusi_eazystore

Jenis Persediaan Barang Dagangan

Jenis persediaan barang dagangan dapat digolongkan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Jenis Persediaan Barang Dalam Perusahaan Dagang

Dalam perusahaan dagang, persediaan barang dagang diartikan sebagai seluruh barang yang dibeli dari pemasok, disimpan dalam gudang dan dijual kepada konsumen. Jadi persediaan barang dalam perusahaan dagang tidak mengalami proses pengolahan barang, perlakuan persediaan barang dalam perusahaan dagang hanya dibeli, disimpan dan dijual.

2. Jenis Persediaan Barang Dalam Perusahaan Manufaktur

Dalam perusahaan manufaktur, persediaan barang dagang diartikan sebagai persediaan bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi yang diperuntukan untuk diolah dan dijual kepada konsumen. Jadi persediaan barang dagang dalam perusahaan manufaktur mengalami proses produksi atau pengolahan barang sampai barang tersebut menjadi barang jadi yang siap jual.

Secara lebih jelas persediaan barang dalam perusahaan manufaktur terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu sebagai berikut :

a. Persediaan barang baku (raw material inventory)

yaitu persediaan barang yang masih berwujud bahan baku yang akan diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

b. Persediaan barang dalam proses (work in proses inventory)

yaitu persediaan barang yang berwujud bahan yang telah mengalami pengolahan atau telah diproses tetapi belum menjadi produk jadi.

c. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)

yaitu persediaan barang yang berwujud produk jadi dan siap untuk dijual atau dipasarkan.

Transaksi Yang Berkaitan Dengan Persediaan Barang Dagangan :

Transaksi-transaksi yang terkait dengan persediaan barang dagang dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Pembelian barang dagangan
  • Pembayaran beban angkut pembelian
  • Retur pembelian
  • Potongan pembelian
  • Penjualan barang dagangan
  • Pembayaran beban angkut penjualan
  • Retur penjualan
  • Potongan penjualan
  • Perlakuan PPN dan PPnBM

Akuntansi Persediaan Barang Dagang

Setelah mengetahui beberapa transaksi yang berkaitan dengan persediaan barang dagang seperti yang telah diuraikan diatas, maka selanjutnya dirasa penting untuk memahami pencatatan transaksi-transaksi tersebut dalam jurnal umum. Dalam akuntansi mengenai dua metode dalam mencatat transaksi yang diberikan  dengan persediaan barang dagangan, yaitu metode fisik dan metode perfektual. Saat menggunakan metode fisik  maka perhitungan jumlah dan nilai persediaan barang dagangan hanya akan diketahui  pada akhir periode berjalan, jadi pada setiap akhir periode akan diperhitungkan persediaan barang dagangan. Sedangkan saat menggunakan metode perfektual  maka setiap terjadi perubahan persediaan barang dagangan akan selalu dicatat. Dengan kata lain saat terjadi transaksi pembelian makan akan terjadi penjumlahan atau penambahan barang dagangan sebaliknya saat terjadi penjualan maka akan terjadi pengurangan persediaan barang dagangan.

Penilaian Persediaan Barang Dagang

Kita sering melihat nilai persediaan dalam laporan keuangan misalnya dalam neraca terlihat persediaan barang Rp. 9.000.000, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara untuk menentukan nilai persediaan barang tersebut ? tidak mungkin asal, karena akuntansi adalah ilmu yang menghendaki ketetapan atau keakuratan. Untuk mengetahui Nilai persediaan barang dagangan maka perlu diketahui dua komponen penting yaitu jumlah fisik barang dan harga per unit barang. Jadi nilai persediaan barang dapat diketahui dengan rumus; Persediaan barang = Jumlah fisik x Harga perunit. Sebelum melanjutkan pembahasan ini perlu diketahui terlebih dahulu apa itu jumlah fisik, jumlah fisik barang maksudnya adalah jumlah barang yang terdapat pada gudang suatu perusahaan.

Untuk mengetahui jumlah fisik  barang dapat dilakukan dengan menghitung secara manual  persediaan barang yang ada digudang pada akhir periode atau dapat pula dihitung secara perfektual (perhitungan berkala dengan cara menambahkan persediaan barang saat terjadi pembelian barang sejumlah pembelian yang terjadi dan mengurangi saat terjadi penjualan barang sejumlah penjualan yang terjadi). Sedangkan untuk mengetahui harga perunit barang dilakukan atas dasar asumsi FIFO, LIFO, atau Average.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Membuat Laporan Keuangan Tanpa Bantuan Konsultan Accounting

Software Akuntansi – Membuat Laporan Keuangan Tanpa Bantuan Konsultan Accounting

Software Akuntansi – Bagi seseorang yang mempunyai basic accounting, membuat laporan keuangan bukanlah hal yang sulit, namun bagi kalian yang tidak ada basic accounting, membuat laporan keuangan pasti merupakan kesulitan tersendiri.

Setiap perusahaan pasti menuntut seorang accounting perusahaan untuk menyusun laporoan keuangan dengan seakurat mungkin. Bagi perusahaan besar, seorang accounting saja belum cukup untuk memastikan keuangan tersebut akurat, mereka menggunakan jasa konsultan accounting untuk membantu mengecek data tersebut akurat atau tidak.

Sebelumnya bagi kalian yang masih awam, pasti bertanya-tanya apa itu laporan keuangan ? Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut sehat atau tidak.

Berikut langkah-langkah untuk membuat laporan keuangan :
Langkah 1 : mengumpulkan data transaksi
Langkah 2 : menganalisa data transaksi
Langkah 3 : memilah dan mengelompokkan transaksi ke dalam akun-akun
Langkah 4 : membuat laporan keuangan

Dalam langkah ke 4, membuat laporan keuangan yang lengkap terdiri dari neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Untuk langkah ke-3 dan ke-4 dapat terbagi dalam 3 proses yaitu pembuatan jurnal, buku besar pembantu, laporan keuangan.

Sebelum menuju ke langkah tersebut, langkah ke-1 dan ke-2 harus dilakukan terlebih dahulu, karena benar tidaknya suatu laporan kuangan kembali lagi pada data yang sudah disiapkan.
Proses pembuatan jurnal, ada 3 tahapan langkah analisa yang harus dilewati : pertama akun mana yang terlibat dalam transaksi ini, kedua bertambah atau berkurang, ketiga berapa nilai akun yang terlibat bertambah atau berkurang. Proses pembuatan buku besar pembantu, dalam proses ini kita tinggal mengelompokkan transaksi-transaksi ke masing-masing akun yang ada, tujuan dari buku besar pembantu ini adalah agar transaksi dapat terkelompok dengan rapi

Dalam penyusunan laporan keuangan ini, laporan yang disusun pertama kali adalah laporan Laba/Rugi, Laporan ini memiliki komponen, yaitu komponen Pendapatan, Harga Pokok, Biaya-Biaya. Selanjutnya laporan Neraca, Laporan ini menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode tertentu, secara umum dalam laporan ini terdiri dari komponen Aktiva, Passiva, dan Modal.

Dari rangkaian cara pengerjaan laporan keuangan diatas, dalam kenyataannya pembuatan laporan tersebut tidak cukup hanya dalam waktu 1 minggu saja, bahkan dalam waktu 1 bulan pun terkadang belum tentu cukup untuk mengerjakannya, oleh karena itu saat ini banyak berkembang perusahaan pembuat software akuntansi, dimana perusahaan-perusahaan tersebut membuat program sesederhana mungkin agar user dapat menggunakan dengan baik, dan dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat.

Salah satu perusahaan software akuntansi ini adalah Easy Accounting System, dengan fitur-fitur yang sederhana, dan mudah dimengerti oleh user, maka user tidak perlu repot-repot membuat laporan keuangan secara manual, cukup inputkan transaksi dan laporan keuangan akan terbentuk.

Software akuntansi yang sudah terakreditasi ini mampu menyajikan laporan yang akurat, jadi bagi para pengusaha tidak perlu repot-repot lagi menggunakan jasa seorang konsultan accounting untuk membuat atau memeriksa laporan keuangan anda.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kekurangan Laporan Keuangan

Kekurangan Laporan Keuangan dan Software Akuntansi

Software Akuntansi*** Laporan keuangan hanya mengacu pada obyek analisis laporan keuangan saja. Padahal, untuk bisa menilai terhadap Iaporan keuangan tidak cukup hanya melihat dari angka-angka yang disajikan di dalam tabel laporan keuangan.

Di artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai kelebihan Laporan Keuangan, dan sekarang mari kita bahas mengenai kekurangannya. Kekurangan-Kekurangan Laporan Keuangan Adalah Sebagai Berikut :

  1. Laporan keuangan tidak bisa disajikan secara rinci, karena hanya dikelompokkan pada akun-akun atau tabel-tabel dengan kode tertentu.
  2. Laporan keuangan tidak selalu bisa disajikan tepat waktu, karena proses pengerjaannya rumit dan membutuhkan waktu lebih lama.
  3. Laporan keuangan sering disebut sebagai laporan yang kedaluwarsa. Hal ini, sekali lagi, karena proses pengerjaannya yang rumit dan membutuhkan waktu lama.
  4. Laporan keuangan terkadang masih perlu dilakukan penyesuaian, jika terjadi perubahan nilai yang disebabkan karena beberapa faktor.
  5. Laporan keuangan terkadang tidak mudah dipahami bagi orang awam. Hal ini dikarenakan laporan keuangan disajikan dengan bahasa teknis akuntansi, baik yang menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa internasional atau Inggris.
  6. Laporan keuangan memiliki konsep atau aturan yang berubah-ubah setiap tahun. Hal ini dikarenakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan prinsip dari laporan keuangan masih terus disempurnakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) setiap tahun.
  7. Laporan keuangan tidak dapat menggambarkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan.
  8. Laporan keuangan tidak dilengkapi pengertian khusus yang menjelaskan istilah-istilah teknis yang digunakan di dalamnya.
  9. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, sehingga informasi yang disajikan sering tidak terarah dan hanya memperhatikan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan yang sebenarnya mempunyai perbedaan kepentingan.
  10. Laporan keuangan hanya mengacu pada obyek analisis laporan keuangan. Padahal, untuk menilai Iaporan keuangan tidak cukup hanya dilihat dari angka-angka yang disajikan di dalam tabel laporan keuangan.
  11. Laporan keuangan menjadi tolak ukur kemajuan/ kemunduran suatu perusahaan yang hanya melihat dari angka-angka tanpa melihat aspek-aspek lainnya, seperti tujuan perusahaan, situasi ekonomi, situasi industri, gaya manajemen, dan budaya perusahaan.
  12. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian, terlebih ketika didalamnya terdapat beberapa kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos.
  13. Laporan keuangan menggunakan angka-angka dalam rupiah yang tampak pasti dan tepat, akan tetapi sebenarnya angka-angka tersebut tidak dapat dijadikan sebagai panduan pasti dalam skala internasional, karena standar nilai rupiah yang sering berubah-ubah.

Semoga dari penjelasan diatas dapat membantu Anda sekalian dalam memahmi tentang laporan keuangan, terutama bagi para praktisi atau pelajar-pelajar di bidang Accounting.

SLIDER-tEXT

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119

Kelebihan Laporan Keuangan

Kelebihan Laporan Keuangan dan Software Akuntansi

Software Akuntansi*** Laporan keuangan hanya mengacu pada obyek analisis laporan keuangan saja. Padahal, untuk bisa menilai terhadap Iaporan keuangan tidak cukup hanya melihat dari angka-angka yang disajikan di dalam tabel laporan keuangan.

Sebagaimana yang telah di ketahui, terutama untuk pegawai accounting/keuangan laporan keuangan memiliki lebih dari dua puluh macam fungsi. Namun, di balik fungsi-fungsinya yang begitu banyak tersebut, laporan keuangan sebagai bagian dari ilmu akuntansi tentu memiliki kelebihan. Nah, apa saja kelebihan dari laporan keuangan ini? Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan pasti dalam mengetahui informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan modal perusahaan di masa lalu.
  • Laporan keuangan layak dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan di masa mendatang.
  • Laporan keuangan dapat menunjukkan nilai perubahan kas dan distribusi perusahaan secara detail, serta menunjukkan nilai kenaikan atau penurunan kas perusahaan secara detail.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan untuk mengevaluasi segala aktifitas usaha yang sedang dijalankan di perusahaan.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan untuk menilai segala aktifitas usaha yang akan dijalankan perusahaan di masa mendatang.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan untuk menentukan prospek perusahaan dan status keuangannya.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan untuk menjamin kelancaran pembayaran barang yang dilakukan kepada pihak supplier.
  • Laporan keuangan dapat digunakan sebagai panduan untuk memastikan kemampuan perusahaan dalam kaitannya dengan pengembalian atau pembayaran pinjaman kepada pihak kreditor.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan bagi karyawan untuk mengetahui stabilitas dan pofitiabilitas perusahaan tempat mereka bekerja.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai bahan pertanggungjawaban atas keuangan yang dijalankan perusahaan selama kurun waktu tertentu, serta dapat dijadikan sebagai pengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran perusahaan selama kurun waktu tertentu.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan dalam memberikan informasi akan kebutuhan pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan.
  • Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai panduan dalam memberikan laporan dan interprestasi kondisi dan potensi keuangan.

Software Akuntansi Easy Accounting System

Software Akuntansi EASY Accounting Software juga memiliki kelebihan-kelebihan. Kelebiha-kelebihan itu diantaranya :

  1. Mudah digunakan
  2. Sudah dilengkapi dengan fitur-fitur yang sangat membantu seorang akuntan dalam membuat laporan.
  3. Tersedia fitur pajak yang sesuai dengan perpajakan di Indonesia.
  4. Sudah menggunakan standarisasi akuntansi Indonesia.
  5. Dan masih banyak agi kelebihan-kelebihan lainnya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 225 465 09
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Akuntansi dan Hubungannya Dengan Keuangan

Software Akuntansi – Sistem Akuntansi dan Hubungannya Dengan Keuangan

Software Akuntansi*** Untuk mempersingkat akan langsung di jelaskan inti dari apa itu sebenarnya akuntansi sekaligus apa kaitannya dengan keuangan. Pada dasarnya, akuntansi adalah mengelompokan (classifying), mengukur (measuring), merekam atau mencatat, dalam bahasa teknisnya akuntansi disebut melakukan ‘pengakuan (recognizing)’, dan melaporkan (reporting), segala aktivitas keuangan di dalam perusahaan dari awal hingga akhir periode.

Hubungan keuangan dan akuntansi dapat di ilustrasikan dalam kasus sederhana berikut ini :

  1. Saat Penggalangan Uang (pengumpulan modal)

Pada saat terjadi proses penggalangan uang untuk keperluan modal, pastinya akan dicatatkan ke dalam dokumen-dokumen, entah itu berupa proses kredit atau pencetakan lembar saham. Nah tugas seorang karyawan di bagian akuntansi akan memilah-milah dokumen tersebut lalu kemudian melakukan penghitungan (measuring) seberapa besar dana yang bersumber dari pinjaman (debt) dan seberapa besar pula dana yang berasal dari penerbitan/penjualan saham (equity). Selanjutnya melakukan pengakuan (recognizing) yang diwujudkan dengan aktivitas pencatatan ke dalam sistem keuangan (software akuntansi atau MRP) perusahaan. Dan, sekatu-waktu semua aktivitas di fase ini akan disajikan ke dalam bentuk laporan.

  1. Saat Uang Dialokasikan dan Dipergunakan

Saat perusahaan sudah mulai beroperasi dan mempergunakan uang sesuai dengan alokasi anggaran (budget) yang telah dibuat. Maka proses pengalokasian dilakukan dengan mengeluarkan uang yang ada untuk berbagai keperluan : untuk pembelian aset, modal kerja, administrasi umum dan pemeliharaan. Uang yang keluar tersebut didokumentasikan, lalu akan dipiliah-pilah, dihitung, dicatat dan dilaporkan oleh bagian akuntansi. Demikian juga aset yang datang lalu dipergunakan juga didokumentasikan, diklasifikasikan, dihitung, dicatat dan dilaporkan.

  1. Saat Menghasilkan Uang

Menghasilkan uang dalam hal ini tentunya bukan berarti mencetak uang. Melainkan mulai dari proses produksi (untuk manufaktur) atau aktivitas menawarkan jasa untuk perusahaan bidang jasa yang akan dijual kepada konsumen dan pelanggan, hingga terbayarkan sehingga menghasilkan uang. Semua proses tersebut juga didokumentasikan, lalu diukur, dicatat dan dilaporkan oleh bagian akuntansi. Semua proses yang dijalankan oleh bagian akuntansi inipun bersiklus, mengikuti standar siklus keuangan yang diterapkan oleh perusahaan.

Tidak seperti aktivitas di keuangan yang tidak menggunakan standar tertentu, di bagian akuntansi semua aktivitas dilakukan berdasarkan standar akuntansi tertentu disesuaikan dengan wilayah yurisdiksinya (kewenangan). Misalnya, para akuntan di Indonesia menggunakan prinsip PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia IAI) dan disahkan pula oleh Dewan Standar Akuntansi Indonesia (SAI). Untuk tingkat global, para akuntan biasanya menggunakan standar keuangan global, International Accounting Standard (IAS), yang teknis pelaporannya saat ini menggunakan apa yang disebut dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) hasil buatan dari International Accounting Standard Board (IASB) yang berbasis di London (Inggris).

Penggunaan standar menjadi sangat krusial di wilayah akuntansi, tidak lain dikarenakan adanya banyak pihak yang berkepentingan. Bukan hanya untuk internal manajemen perusahaan itu sendiri, tetapi juga untuk pihak-pihak di luar perusahaan (pemerintah, kreditur dan investor termasuk pemegang saham).

Sehingga secara keseluruhan, dibandingkan dengan bagian keuangan, jelas bagian akuntansi sifatnya lebih teknis. Itu sebabnya bagian akuntansi menjadi lebih bersifat kompleks dan rumit daripada bidang keuangan (finance).

Software Akuntansi Easy Accounting System

Software akuntansi memang dirancang untuk memudahkan dalam penghitungan keuangan, informasi dan pelaporan. Dengan bantuan software akuntansi pekerjaan seorang akuntan menjadi lebih mudah dan efektif dibandingkan dengan mengerjakan secara manual.

Akhir kata dapat kita simpulkan bahwa software membantu membuat kerja kita menjadi lebih mudah dan efisien.

Jadi, sudahkan perusahaan Anda menggunakan Software Akuntansi?

Software Akuntansi Yang Terbaik yaitu EASY Accounting System dimana terdapat banyak sekali fitur yang dapat memudahkan Anda untuk membuat laporan keuangan secara valid.

Berikut merupakn beberapa Fitur Software Akuntansi Easy Accounting System yang tidak dimiliki oleh Software Akuntansi Lain :

  • System Database Menggunakan Delphi EX 4 (Interbase 2013)
  • Mampu berkerja di Multi Core Komputer
  • Pada saat Mati lampu atau jaringan putus secara tiba-tiba Database Tidak Rusak
  • System Online Lebih Cepat
  • Database sebesar Ratusan MB tidak Berat
  • Mampu Import Jurnal Umum, Sales Invoice, Sales Order & Work Order dari Excel ke dalam Easy Accounting System
  • System EABT (Exclusive Access for Branch Transaction)
  • Support EAS Mobile
  • Support E-Faktur (Peraturan Pajak per 1 Juni 2015)

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai  EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Demo  EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id