Posts

Mengenal Bermacam Fitur Unggulan Easy Accounting System

Easy Accounting System adalah software akuntansi user friendly dan kaya fitur inovatif. Fitur dan modul dalam software EASY 5 cocok untuk semua jenis usaha dan pengguna. Ditambah lagi, keunggulan yang ada dalam Easy Accounting System belum tentu ada di software lain. Maka, di dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai apa saja fitur unggulan Easy Accounting.

Akan dijelaskan juga mengenai fungsi dari fitur unggulan milik software EASY tersebut. Tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Fitur Unggulan Easy Accounting System

1. Import dari Excel

Seperti yang telah diketahui Easy Accounting System adalah software akuntansi Indonesia pertama yang memiliki fitur import dari Excel. Dengan import dari Excel, pengguna bisa memasukkan banyak data ke dalam sistem tanpa perlu repot input secara manual. Istimewanya lagi, cara untuk melakukan import ini juga sangat mudah.

Ada banyak data maupun transaksi yang bisa diimport ke dalam Easy Accounting System. Contoh-contoh transaksi dan faktur yang bisa diimport di antaranya: Import Pesanan Penjualan, Import Pesanan Pembelian, Import Faktur Penjualan, Import aktiva Tetap, Import Jurnal Umum, dan banyak transaksi lain.

Untuk tutorial dalam bentuk artikel bisa Anda temukan di solusieasy.co.id, sedangkan video tutorial bisa Anda lihat di tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=U8QU0pYagJs.

2. Easy Branch (Exclusive Access for Branch Transaction)

Easy Branch adalah fitur yang berfungsi untuk pembatasan transaksi antar cabang yang dilakukan oleh pengguna dalam suatu perusahaan. Artinya, pengguna satu dengan lainnya yang berbeda cabang tidak akan bisa melakukan aktifitas atau dibatasi hak aksesnya terhadap transaksi yang dibuat oleh pengguna  lain dan sebaliknya. Hanya pengguna dari cabang yang sama yang tidak dibatasi hak aksesnya.

3. Approval

Approval control adalah fitur yang memungkinkan untuk melakukan kontrol dari level Administrator terhadap User. Fungsi fitur unggulan Easy Accounting System ini adalah memberi persetujuan kepada pengguna yang diberi akses (Admin) terhadap transaksi yang diajukan oleh pengguna lain (User).

Dalam Easy Accounting System, pengguna bisa memilih dua mode approval yaitu full approval dan semi approval.

4. Recurring

Transaksi berulang atau recurring adalah transaksi yang dilakukan secara periodik, misalnya tiap minggu atau bulan. Di Easy Accounting System pengguna bisa memaksimalkan fitur ini untuk melakukan transaksi yang berulang. Ada beberapa transaksi yang bisa dijalankan dengan fitur recurring ini di antaranya: Transaksi Faktur Pembelian (Purchase Invoice), Transaksi Faktur Penjualan (Sales Invoice), Transaksi Jurnal Umum (Journal Voucher), dan Transaksi Pembayaran Lainnya (Other Payment).

Dengan segala keunggulan di atas jangan ragu untuk memilih software akuntansi Easy Accounting System. Untuk informasi lebih lanjut mengenai software akuntansi EASY silakan Download Gratis atau minta Demo Software di kantor Anda, silahkan menghubungi: 0838 771 771 19.

Cara Menggunakan Fitur Akhir Periode/Period End pada Easy Accounting

Kali ini kami akan membahas mengenai cara menggunakan fitur akhir periode atau period end di Easy Accounting. Fitur ini berfungsi untuk mengetahui penyusutan seluruh aktiva yang kita punya. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memakai fitur tersebut:

1. Pada tampilan awal Anda bisa langsung masuk ke menu Modul Utama – > Buku Besar –> Akhir Periode.

2. Kemudian pilih bulan dan tahun yang ingin Anda susutkan, lalu Anda klik simpan dan keluar. 

Begitulah tadi caranya untuk menggunakan fitur akhir periode/period end di Easy Accounting. Mudah bukan? Sama seperti nama software-nya, fitur Easy Accounting juga mudah untuk digunakan.

*Catatan: Untuk penyusutan aktiva atau aset yang sudah lama, waktu maksimal untuk bisa disusutkan adalah selama satu tahun. Contohnya, jika Anda sudah mempunyai aset sejak bulan Januari 2016 maka  waktu maksimal bagi Anda untuk menyusutkan aset tersebut di periode Januari tahun 2017.

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Tujuan Manajemen

Management adalah sebuah ilmu dalam melaksanakan kegiatan organisasi atau perusahaan. Kegiatan-kegiatan perusahaan bisa berupa pengorganisasian yang didalamnya mencakup tindakan perencanaan, menyusun, mengusahakan dan pengawasan yang meliputi seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Semisal jika organisasi berupa perusahaan, maka tujuan manajemen sudah jelas yaitu mencari laba sebanyak mungkin untuk kemajuan perusahaan.

Tujuan Manajemen

ilustrasi tujuan manajemen

Tujuan ini sebaiknya ditetapkan secara realistis, rasional, logis, serta ideal yang berdasarkan kepada fakta, data, potensi, serta kemampuan yang dimiliki dan juga tidak saling bertentangan dengan nilai sosial, moral, agama maupun peraturan pemerintah yang ada supaya tujuan perusahaan yang ditetapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan cukup visible untuk bisa dicapai yang menguntungkan semua pihak yang ada.

Menurut GR Terry tujuan yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan yang melukiskan ruang atau lingkup yang jelas dan memberi arah kepada seorang manajer. Definisi tersebut meliputi 4 hal pokok yaitu:

  1. Tujuan
  2. Lingkup
  3. Kepastian
  4. Arah

Tujuan ini haruslah mencakup ke 4 hal tersebut berikut dengan perencancanaan tentang  kebijakan, strategi, prosedur, metode, sistem, aturan, intruksi dan yang lainya yang bisa dijalankan dalam mencapai tujuan tersebut.

Pada dasarnya, yang perlu diketahui adalah bahwa setiap tujuan adalah merupakan rencana. Tujuan tujuan organisasi atau perusahaan bisa terlihat dari Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) tiap tiap organisasi. Tujua manajemen bisa ditinjau dari berbagai sudut, semisal berdasarkan tipe, prioritas, jangka waktu, sifat, hierarki, bidan ataupun menurut jiwanya.

Tujuan Manajemen Berdasarkan Tujuan:

  1. Profit objectives, tujuan utamanya untuk memperoleh laba untuk pemiliknya
  2. Service objectives, tujuannya untuk memberi pelayanan yang bagus untuk konsumen, maksudnya bisa meninggikan nilai barang atau jasa yang ditawarkan atau dijual kepada konsumen
  3. Social objectives, tujuannya untuk lebih mementingkan nilai yang bisa diciptakan oleh organisasi untuk kesejahteraan masyarakat
  4. Personal objectives, tujuan manajemen lebih menghendaki karyawan atau pekerja secara individual memperoleh kepuasan dalam hal pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan.

Tujuan Manajemen Berdasarkan Prioritas:

  1. Primer
  2. Sekunder
  3. Individual
  4. Sosial

Tujuan Manajemen Berdasarkan Jangka Waktu:

  1. Tujuan jangka panjang
  2. Jangka menengah
  3. dan, tujuan jangka pendek

Tujuan Manajemen Menurut Bidang:

  1. Top level objective, tujuan secara umum, menyeluruh yang berkaitan dengan berbagai bidang sekaligus.
  2. Finance objective, tujuan yang berkaitan dengan modal.
  3. Production objective, tujuan yang berkaitan dengan produksi.
  4. Marketing objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang pemasaran.
  5. Office objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang ketatausahaan.

Tujuan Manajemen Dilihat dari Motifnya:

  1. Public objective, tujuan yang wajib diraih karena ada peraturan perudang-undangan yang berlaku
  2. Organizational objectives, tujuan yang yang harus direalisasikan dikarenakan ada ketentuan organisasi yang telah tercantim pada statuta, ADART yang bersifat zakelijk dan impersonal yang artinya tidak boleh berdasarkan pada pertimbangan selera pribadi didalam upaya cara pencapaiannya
  3. Personal objective, tujuan individu atau tujuan pribadi yang walaupun mungkin masih berkaitan dengan organisasi yang didalam upaya pencapaiannya sangat terpengaruh oleh pandangan atau selera pribadi

demikian penjelasan tentang tujuan manajement semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

No. Telp: 021 225 451 83

WhatApp: 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Manajemen Modal Kerja

ilustrasi manajemen modal kerja

Manajemen Modal Kerja (working capital management) adalah manajemen yang terdiri dari unsur-unsur aktiva lancar dan hutang lancar. Tujuan dari Manajemen Modal Kerja adalah mengelola aktiva lancar dan hutang lancar dan menjamin tingkat likuiditas atau daya kekuatan perusahaan.

Hal utama dalam Manajemen Modal Kerja adalah manajemen aktiva lancar perusahaan berupa kas, sekuritas, piutang, persediaan, dan pendanaan yang diperlukan untuk mendukung aktiva lancar. Pentingnya Manajemen Modal Kerja adalah keputusan modal kerja berdampak langsung terhadap tingkat risiko, laba, dan harga saham perusahaan. Adanya hubungan langsung antara pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan dana untuk membelanjai aktiva lancar.

 Konsep Modal Kerja

  • Konsep kuantitatif

Modal kerja menurut konsep kuantitatif adalah jumlah keseluruhan dari aktiva lancar. Unsur-unsur dari modal kerja kuantitatif meliputi kas, sekuritas, piutang dan persediaan.

  • Konsep kualitatif

Menurut konsep kualitatif, Modal Kerja  adalah kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar. Modal kerja dihubungkan dengan besarnya hutang lancar yang harus dilunasi. Sebagian aktiva lancar yang dipergunakan adalah hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, dan sebagian yang digunakan untuk membelanjai kegiatan operasi perusahaan.

  • Konsep Fungsional

Modal kerja menurut konsep fungsional adalah modal kerja yang terdiri dari modal kerja riil dan modal kerja potensial. Modal yang digunakan untuk menghasilkan current income atau konsep yang berdasarkan pada fungsi dana yang digunakan untuk memperoleh pendapatan baik pendapatan saat ini maupun pendapatan pada masa yang datang.

Kebijakan Modal Kerja

Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan perusahaan, kebijakan dalam pengelolaan Manajemen Modal Kerja juga berbeda. Menurut Martono dan D. Agus Harjito, ada tiga tipe kebijakan modal kerja yang kemungkinan digunakan oleh perusahaan, yaitu:

  • Kebijakan Konservatif

Kebijakan konservatif merupakan kebijakan modal kerja yang dilakukan secara hati-hati. Pada kebijakan ini, modal kerja permanen dan sebagian modal kerja variabel lainnya dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek.

  • Kebijakan Agresif

Kebijakan agresif merupakan kebijakan yang sebagian modal kerja permanen dibelanjai dengan sumber dana jangka panjang sedangkan sebagian modal kerja permanen dan modal kerja variabel dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek.

  • Kebijakan Moderat

Kebijakan moderat merupakan kebijakan yang mencerminkan manajemen modal kerja yang konservatif dan agresif. Kebijakan ini memisahkan secara tegas bahwa kebutuhan modal kerja yang sifatnya tetap dibelanjai dengan sumber modal yang permanen (saham) atau sumber dana yang berjangka panjang (obligasi).

Demikianlah penjelasan singkat mengenai working capital management, semoga bisa menambah informasi dan pengetahuan untuk Anda semua. Masih banyak pengetahuan lain seputar ekonomi dan akuntansi yang bisa dibaca dalam situs ini. Selain itu, Anda juga bisa mencari tahu lebih banyak informasi seputar Easy Accounting System di dalam website ini.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

No. Telp: 021 225 451 83

SMS/WA: 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

ilustrasi akuntansi perusahaan dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang memiliki fungsi utama yaitu menjembatani antara produsen yang menghasilkan suatu produk tertentu dengan konsumen yang membutuhkan produk dan mempertemukan antara produsen dan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Yang harus dilakukan Akuntansi Perusahaan Dagang adalah melakukan pembelian terhadap barang-barang yang akan dijual. Barang yang akan dijual tersebut dapat dibeli kepada produsen barang secara langsung. Aktivitas pembelian ini mengakibatkan arus barang masuk ke perusahaan. Setelah itu, untuk membeli barang-barang tersebut perusahaan harus mengeluarkan uang sebagai bukti pembayaran, baik pada saat transaksi maupun pada kemudian hari.

Sebagai akibatnya, terjadi arus kas keluar dari perusahaan. Dengan adanya barang dagangan, perusahaan harus melaksanakan aktivitas penjualan kepada konsumen langsung atau kepada pedagang lain yang menjadi perantara. Aktivitas ini mengakibatkan arus barang keluar perusahaan. Kemudian aktivitas penjualan ini perusahaan akan memperoleh penerimaan uang dari pelanggan. Akibatnya terjadi arus kas masuk dalam perusahaan.

Kelompok Utama Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang

  1. Pembelian
  2. Pengeluaran kas
  3. Penjualan
  4. Penerimaan kas

Pada Akuntansi Perusahaan Dagang, lingkungannya memiliki beberapa aktivitas dan beberapa akun yang tidak dimiliki oleh perusahaan jasa, yaitu sebagai berikut :

  • Akun pembelian adalah akun yang berfungsi sebagai penampung kegiatan pembelian barang dagang perusahaan. Pembelian aktiva selain persediaan barang dagangan tidak ditampung dalam akun ini.
  • Akun penjualan adalah akun yang berfungsi sebagai penampung penjualan barang dagangan perusahaan. Aktivitas penjualan aktiva tidak ditampung dalam akun ini.
  • Akun persediaan adalah akun yang mengarah terhadap jumlah barang dagangan oleh perusahaan untuk periode awal atau akhir tertentu.
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah harga yang dipakai pada harga pokok atau harga beli barang yang dijual untuk suatu periode tertentu.
  • Akun potongan tunai adalah akun yang dipakai dalam penggunaan jumlah diskon atau pengurangan yang diberikan dari pihak penjual terhadap para konsumen yang disebabkan karena telah membayar secara tunai.
  • Akun retur penjualan adalah akun yang dipakai untuk penggunaan sejumlah barang yang telah dijual akan tetapi dikembalikan oleh pihak pembeli karena adanya kondisi yang tak sesuai  terhadap pesanan.
  • Akun potongan pembelian adalah akun yang dipakai dalam penggunaan pada sejumlah diskon yang telah diberikan oleh produsen kepada pihak pembeli karena telah membayar secara tunai atau kah sudah berada dalam waktu yang ditetapkan.
  • Beban pemasaran adalah beban yang dipakai untuk keseluruhan beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk menjual dan menyalurkan barang-barang dagangannya hingga ke tangan pihak pengguna produk atau konsumen.
  • Beban administrasi dan umum adalah beban yang dipakai untuk keseluruhan beban operasional kantor atau perusahaan sebagai tahap perencanaan dan pengawasan serta kontrol.

Karena Akuntansi Perusahaan Dagang memiliki fungsi utama menjual barang dagangan (persediaan) yang dimilikinya, maka pencatatan dan perlakukan akuntansi terhadap persediaan yang dimiliki perusahaan akan berpengaruh langsung terhadap keseluruhan proses akuntansi di perusahaan tersebut.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

No. Telp: 021 225 451 83

SMS/WA: 0838 7717 7119

Email: marketing@easyaccountingsystem.co.id

Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

Di dalam Akuntansi Internasional terdapat beberapa karakteristik era ekonomi global, antara lain:

1. Bisnis internasional

2. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional

3. Ketergantungan pada perdagangan internasional

4. Theory of comparative advantage

5. Imperfect market theory

6. Product cycle theory

7. Transfer technology and Strategic Alliance

8. Tantangan bagi profesi akuntan dalam pengembangan akuntansi :

  • Skill dan kompetensi yang dimiliki
  • Memahami Cross Functional Linkages, akuntan tidak hanya cukup mahir dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi tetapi juga harus biasa memandang bisnis sebagai suatu bentuk terintegrasi. Seperti: kualitas produk, fleksibilitas produksi dan kemampuan untuk memproduksi dan mengekspor dengan cepat agar bisa memenangkan persaingan global
  • Analisis keuangan dan perbandingannya

Perkembangan Akuntansi Internasional sudah seyogyanya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung antarnegara. Delapan faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional harus dipahami dengan baik agar tercipta harmonisasi antarnegara yang bertransaksi.

Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Internasional

ilustrasi akuntansi internasional - 1

Ada 8 (delapan) faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu:

1. Sumber pendanaan

Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

2. Sistem Hukum

Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.

3. Perpajakan

Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.

4. Ikatan Politik dan Ekonomi

5. Inflasi

Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6. Tingkat Perkembangan Ekonomi

Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama

7. Tingkat Pendidikan

Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.

8. Budaya

Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

Porsi Pengembangan Akuntansi  Internasional

Selanjutnya Choi et.al (1998 ; 38)  mengungkapkan bahwa secara struktural pengembangan  akuntansi internasional yang terjadi sekarang meliputi porsi sebagai berikut:

1. Pola Pengembangan Komparatif

Pendekatan yang dikembangkan oleh  Mueller yang berbeda terhadap pengembangan akuntansi dapat diamati di negara-negara barat yang memiliki sistem ekonomi yang berorientasi pasar, meliputi; Pola makorekonomis, pola mikroekonomis, pendekatan disiplin independen, dan pendekatan akuntansi seragam.

2. Pola Makroekonomis

Tujuan perusahaan bisnis tentu saja lebih sempit daripada kebijakan ekonomi nasional. Perusahaan mempunyai tujuan tertentu yang harus dicapai, seringkali beroperasi dalam dimensi dan ruang  waktu yang terbatas, dan bertanggunggugat kepada kelompok-kelompok kepemilikan  yang jelas. Konsekuensinya, tujuan perusahaan  secara normal mengikuti kebijakan nasional. Hal ini bukan kondisi absolut, karena perusahaan bisnis merupakan bagian dari kepntingan publik yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan nasional; jadi ada hubungan sebab-akibat timbal balik. Ada tiga pernyataan yang berkaitan dengan pola ini yaitu:

  • Perusahaan bisnis merupakan unit essential dalam struktur ekonomi suatunegara.
  • Perusahaan bisnis mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakkan-kebijakkan ekonominasional dalam lingkungannya.
  • Kepentingan publik dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnissaling berhubungan erat dengan kebijakan nasional.

Akuntansi internasional meliputi dua aspek bahasan utama yaitu deskripsi dan pembandingan akuntansi dan dimensi akuntansi atas transaksi internasional. Pada aspek yang pertama, akuntansi internasional membahas gambaran standar akuntansi dan parktek akuntansi pada berbagai negara serta membandingkan standar dan praktek tersebut pada masing-masing negara yang dibahas. Selain itu, aspek akuntansi internasional juga membahas mengenai pelaporan keuangan, valuta asing, perpajakan, audit internasional.

KESERAGAMAN AKUNTANSI

ilustrasi akuntansi internasional - 2

Ada tiga pendekatan praktis atas pola pengembangan keseragaman akuntansi:

1. Pendekatan bisnis

Keseragaman akuntansi ditunjukkan secara khusus kepada pemakai-pemakai tertentu data akuntansi. Pendekatan ini mempertimbangkan secara penuh karakteristik-karakteristik bisnis dan lingkungan bisnis tempat dimana data dikumpulkan, diproses dan dikomunikasikan. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan pragmatis yang sangat bergantung pada konveksi dan paling sering dalam perancangan bagan-bagan akun terpisah yang seragam, yaitu bagi suatu cabang industri atau perdagangan.

2. Pendekatan ekonomi

Pendekatan ekonomi bagi keseragaman akuntansi pada dasarnya adalah pendekatan makro. Ini mengkaitkan akuntansi untuk menjalankan system yang telah terbentuk dalam pola pengembangan seperti itu. Pertimbangan-pertimbangan kebijakan nasional berada pada tingkatan paling atas

3. Pendekatan teknis

Pendekatan akuntansi teknis atas pengembangan keseragaman merupakan pekerjaan para akademis. Pendekataan ini bersifat analitis, dimana pendekatan ini berusaha memperoleh keseragaman dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double entry.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmati

Telepon : 021 225 451 83
SMS / WA : 0838 7717 7119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

Kali ini Software Akuntansi Easy Accounting System akan membahas tentang Perbedaan Pajak Masukan dan Pajak Pengeluaran.

perbedaan pajak

Pajak Masukan

Pajak masukan adalah PPN yang telah dipungut oleh PKP pada saat pembelian barang atau jasa kena pajak dalam masa pajak tertentu. Pajak masukan dijadikan kredit pajak oleh PKP untuk memperhitungkan sisa pajak yang terutang.

Karakteristik Pajak Masukan

Tata cara umum PPN adalah PKP mengkreditkan pajak masukan dalam suatu masa dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama. Apabila masa pajak tersebut lebih besar pajak keluaran maka kelebihan pajak keluaran harus disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, apabila dalam masa pajak tersebut pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, kelebihan pajak masukan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya. Dalam tata cara umum tersebut, jumlah yang harus dibayarkan oleh PKP berubah-ubah sesuai dengan pajak masukan yang dibayar dan pajak keluaran yang dipungut dalam suatu masa pajak.

Pajak Keluaran

Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau ekspor Jasa Kena Pajak.

Karakteristik Pajak Keluaran

Sebagai salah satu jenis pajak, PPN sering disebut pajak objektif. Yang ditekankan pada PPN adalah objek pajak yang akan dikenakan dan subjek pajak misalnya, barang-barang mewah, kendaraan mewah dan sebagainya. Yang pertama dikenakan adalah tarif pada setiap barang tersebut. Kemudian wajib pajak pengonsumsi barang tersebut yang dikenai beban pajaknya sehingga wajib pajak tersebut disebut sebagai subjek pajak.

PKP melakukan transaksi jual beli barang artinya, PKP mengambil atau memungut rupiah yang dihasilkan dari penjualan barang kena pajak (BKP) miliknya yang dibeli konsumen kemudian nantinya dapat berfungsi menjadi kredit pajak.

Adapun batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak keluaran tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup leluasa untuk melakukan pengkreditan pajaknya.

-Perbedaan Pajak-

Prinsip Dasar Pengkreditan Pajak Masukan

  • Pajak Masukan dalam suatu masa pajak dikreditkan dengan pajak keluaran untuk masa pajak yang sama.
  • Pajak Masukan yang dapat dikreditkan tetapi belum dikreditkan dengan pajak keluaran pada masa pajak yang sama, dapat dikreditkan pada masa pajak berikutnya paling lama 3 bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan
  • Bagi PKP yang belum berproduksi sehingga belum melakukan penyerahan yang terutang pajak, Pajak Masukan atas perolehan atau impor barang modal dapat dikreditkan.
  • Barang modal adalah harta berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan termasuk pengeluaran yang dikapitalisasikan ke barang modal tersebut.
  • Pajak Masukan yang dikreditkan harus menggunakan faktur pajak yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 5 dan ayat 9.
  • Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BKP atau JKP harus dikreditkan dengan pajak keluaran di tempat PKP dikukuhkan.
  • Apabila dalam masa pajak, pajak keluaran lebih besar daripada pajak masukan, selisihnya merupakan PPN yang harus disetor PKP.  Penyetoran PPN oleh PKP dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak dan sebelum surat pemberitahuan masa PPN disampaikan.  Surat pemberitahuan masa PPN disampaikan paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.
  • Apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran, selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya (Pasal 9 ayat 4 UU PPN).
  • Atas kelebihan Pajak Masukan tsb dapat diajukan permohonan pengembalian pada akhir tahun buku. Termasuk dalam pengertian akhir tahun buku dalam ketentuan ini adalah Masa Pajak saat Wajib Pajak melakukan pengakhiran usaha (bubar). (Pasal 9 ayat 4a UU PPN).

Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan Berdasarkan Pasal 9 ayat 8 UU PPn atas Pengeluaran

  • Perolehan BKP/JKP sebelum Pengusaha dikukuhkan sebagai PKP. Ketentuan ini memberikan kepastian hukum bahwa Pajak Masukan yang diperoleh sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP tidak dapat dikreditkan
  • Perolehan BKP/JKP yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha.
  • Perolehan dan pemeliharaan kendaraan bermotor berupa sedan dan station wagon, kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan.
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 5 atau ayat 9 atau tidak mencantumkan nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.
  • Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean yang faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat 6.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya ditagih dengan penerbitan ketetapan pajak.
  • Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Pajak Masukannya tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, yang ditemukan pada waktu dilakukan pemeriksaan
  • Perolehan Barang Kena Pajak selain barang modal atau Jasa Kena Pajak sebelum Pengusaha Kena Pajak berproduksi sebagaimana dimaksud pada ayat 2a.
  • Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang tidak terutang PPN atau mendapat fasilitas PPN dibebaskan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat 5 dan pasal 16B ayat 3.

Nah, sudah lebih mengerti kan tentang pajak masukan dan pajak keluaran ? Dan pasti sudah tahu juga kan perbedaan pajak dari kedua jenis pajak tersebut ?

Kalau masih belum puas untuk penjelasan perbedaan pajak ini, bisa baca artikel lain yang ada di web EASY ini ya…

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Arus Kas Lebih Simple dengan Software Akuntansi

Kelola Arus Kas Lebih Simple

Membuat laporan arus kas perusahaan adalah bagian penting dari mengelola bisnis, tetapi juga benar-benar membosankan. Lebih teliti dalam pengelolaannya mampu menghemat waktu dan alat-alat yang dapat membuat pelaporan arus kas pebisnis menjadi pekerjaan yang jauh lebih mudah.

arus kas

Membuat laporan beserta perkiraannya akan memberikan pemilik bisnis kesempatan untuk melihat gambaran usahanya lebih besar, terutama jika pemiliknya belum pernah membuat aliran proyeksi kas untuk perusahaan sama sekali. Pemilik bisnis bisa saja memulainya dengan alat bantu gratis untuk membuat laporan arus dan melihat seberapa jauh yang perusahaan dapatkan. Jika membutuhkan analisa lebih, coba aplikasi berbiaya bulanan. Pemilik bisa saja membatalkan penggunaannya di suatu waktu jika ternyata aplikasi ini tidak membantu.

Format gratis untuk laporan arus kas

Mengapa harus membuat format baru jika ada format yang tersedia untuk diunduh secara gratis? Sulit untuk keliru dengan template yang disiapkan oleh para profesional dibidangnya. Satu-satunya kesalahan yang mungkin terjadi adalah minimnya pengetahuan keuangan dasar terkait pendapatan dan biaya.

Aplikasi dan alat kelola arus kas

Sudah ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah aplikasi bisnis tersedia secara online. Jika pebisnis membutuhkan lebih dari sekedar format, mencoba beberapa aplikasi untuk menciptakan dan mengelola laporan keuangan bisa jadi solusi. Seperti Jurnal, adalah cara yang bagus untuk mengelola arus kas beserta pelaporannya.

Software akuntansi

Jika pebisnis menggunakan software akuntansi untuk mengelola pembukuan usaha, maka hampir pasti akses ke arus kas dan pengelolaannya akan sangat baik. Jurnal memiliki pengelolaan arus yang sangat mudah, rinci dan efektif. Fitur yang ada akan menghemat waktu karena data perusahaan sudah tersimpan dalam perangkat lunak.

Akuntan

Kecuali pemilik usaha terlatih dalam akuntansi, akuntan dalam perusahaan harus ikut terlibat dalam proses pengembangan laporan arus kas. Mungkin akan ada biaya ekstra untuk pengembangan ini, tetapi lebih baik untuk memiliki laporan yang akurat daripada mempunyai satu tapi ternyata tidak membantu.

Pendekatan yang diambil dapat membuat pekerjaan lebih mudah, tapi perlu berhati-hati bahwa laporan apapun hanya sebagai informasi yang dimasukkan ke dalam laporan.

Laporan keuangan yang salah akan sama berbahayanya dengan tidak memiliki laporan sama sekali, bahkan mungkin lebih berbahaya!

Informasi yang kurang tepat dapat menyebabkan bisnis menyusuri jalan yang mungkin membahayakan perusahaan. Atau laporan yang tidak akurat dapat mencegah pemilik bisnis dari peluang yang seharusnya disadari. Menggunakan sumber daya ini dapat memberikan pemilik posisi arus kas sebelum menjadi krisis. Mulai pembukuan dan pengelolaan arus kas secara efisien dan mudah, mulai dari sekarang!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Permudah Perencanaan Bisnis dengan Software Akuntansi

Permudah Perencanaan Bisnis

Perencanaan Bisnis – Ketika seorang pemilik menjalankan bisnisnya, sangatlah mudah untuk terjebak dalam masalah sehari-hari dan melupakan gambaran yang lebih besar. Namun, bisnis yang sukses akan menginvestasikan waktu lebih untuk membuat dan mengelola anggaran, menyiapkan, meninjau rencana bisnis guna memonitor keuangan serta kinerja bisnisnya secara teratur.

perencanaan bisnis

Perencanaan yang terstruktur dapat membuat perbedaan untuk pertumbuhan bisnis seseorang. Ini akan memungkinkan pengusaha untuk memusatkan fokusnya pada peningkatan keuntungan, mengurangi biaya dan meningkatkan pengembalian investasi.

Banyak bisnis melakukan sebagian besar kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan bisnis, seperti berpikir tentang pertumbuhan, pesaing, arus kas, maupun laba perusahaan. Mengkonversi ini menjadi proses yang kohesif untuk mengelola bisnis sebenarnya tidak harus selalu sulit dan memakan waktu. Yang terpenting adalah ketika rencana dibuat, hal ini harus dinamis dan dikomunikasikan kepada semua orang yang terlibat. Beragam manfaat akan didapat pebisnis jika perencanaan dalam menjalankan aktivitas usahanya dilakukan secara maksimal, seperti berikut:

  • Manfaat utama dari perencanaan bisnis yang matang akan memungkinkan pemilik usaha untuk membuat fokus untuk target bisnis lebih terjaga. Ini juga akan memberinya kesempatan untuk meninjau kinerja perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis.
  • Kemampuan lebih baik untuk melakukan perbaikan terus menerus dan mengantisipasi masalah yang mengancam pertumbuhan usaha.
  • Informasi keuangan yang menjadi dasar keputusan
  • Meningkatkan fokus
  • Keyakinan lebih besar dalam pengambilan keputusan

Disisi lain, pemilik usaha baru bisa menjalankan bisnis mereka jika penganggaran dilakukan secara optimal. Mengontrol arus kas memungkinkan pebisnis untuk berinvestasi dalam peluang baru disaat yang tepat. Anggaran adalah alat penting untuk memastikan bahwa pengeluaran tetap terkendali dan sesuai rencana.

Anggaran juga menjelaskan bagaimana uang perusahaan akan dihabiskan, dan bagaimana pengeluaran akan dibiayai.

Setelah proses perencanaan strategis dengan pemilik bisnis dilakukan, persiapkan perkiraan keuangan. Perkiraan meliputi laporan laba rugi, neraca, dan yang paling penting laporan arus kas yang diproyeksikan.

Ada banyak layanan online untuk membantu pebisnis, jadi jangan terperosok dalam spreadsheet Excel yang rumit. Gunakan alat perencanaan bisnis online yang mencakup perkiraan keuangan untuk merampingkan proses dan lebih baik berkolaborasi dengan tim dalam bisnis.

Cara terbaik untuk membantu pemilik bisnis dalam mengelolanya secara teratur adalah untuk menemukan solusi online yang akan mengotomatisasi keuangan bisnis. Ini membantu pemilik melihat angka-angka dan membandingkannya secara otomatis dengan periode waktu yang tepat. Ini juga memudahkan penyusunan laporan keuangan lebih cepat, hemat waktu, dan biaya makin efisien. Kembangkan bisnis dengan memulai pembukuan yang benar, sekarang!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Kelola Inventaris Lebih Simple dengan Software Akuntansi

Setiap pemilik bisnis harus melakukan manajemen persediaan, entah itu diatas kertas dalam spreadsheet, ataupun menggunakan perangkat online. Jika pemilik usaha berniat untuk meningkatkan skala bisnis, terbilang sangat penting untuk memilih program kelola inventaris yang tepat sejak awal.

 

Bisnis mungkin kecil hari ini, tetapi pemilik pasti punya rencana yang besar untuk tumbuh. Misalnya, memulai berjualan dengan toko fisik dan kemudian berkembang menjadi website atau menjual diinternet marketplace yang tersedia. Berikut adalah alasan mengapa pemilik bisnis harus memilih sistem manajemen inventaris dengan hati-hati :

  • Terpusat. Jika data untuk semua kebutuhan penjualan berada dalam satu tempat, informasi akan jauh lebih mudah untuk dijangkau dan dianalisa.
  • Penyederhanaan. Beberapa sistem yang ada membuat transaksi jauh lebih sulit untuk dilacak. Jika tidak berhati-hati, biaya tambahan bisa saja dikeluarkan dan malah membuat rugi. Lebih baik memiliki sebuah sistem yang terintegrasi untuk semua kebutuhan.
  • Kolaborasi. Sangat berguna untuk mampu berbagi data dari tempat yg berbeda dalam tim. Sistem pengelolaan inventaris yang baik akan membiarkan penggunanya melakukan ini dengan mudah.

Di sisi lain, pesatnya kemajuan teknologi membuat kebiasaan manual bisnis yang harus diubah menjadi lebih efisien dan well-adopted dengan teknologi.

Salah satunya adalah dengan software akuntansi yang menyuguhkan beragam manfaat, seperti :

  • Sinkronisasi dan analisa secara real time yang menawarkan informasi inventaris lebih mudah dan cepat.
  • Kejelasan dan konsistensi, dengan data yang digunakan oleh seluruh tim.
  • Mobilitas untuk pemilik usaha (terutama skala kecil) yang terus menerus dimana saja.
  • Sistem yang terpusat. Ini mencakup jumlah persediaan, data pesanan penjualan, order pembelian, faktur, pemasok dan informasi kontak pelanggan.
  • Data terkelola dan disimpan secara aman, yang berarti mengurangi pengeluaran dan resiko kehilangan data. Hal ini juga membuat lebih mudah untuk berbagi informasi dan kolaborasi dengan staf serta akuntan.

Dalam bisnis yang ideal, sudah seharusnya manajemen persediaan ter-otomatis. Software akuntansi sekarang tersedia untuk melakukan semua ini, menghemat banyak waktu dan usaha. Pebisnis masih harus membuat keputusan akhir tentang lini produk yang dijual, tapi biarkan sistem menangani sisa proses dengan software. Dengan sistem manajemen persediaan yang tepat, pemilik dapat fokus pada apa yang penting. Kontrol otomatis persediaan bisnis untuk melakukan hal terbaik, berkonsentrasi membangun bisnis!

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY yang cocok dengan Perusahaan Anda atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758-59 / 021 70404100
Fax : 021 29666757
SMS : 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id