Prinsip Dasar Sistem Pengendalian Internal Akuntansi

Setiap organisasi dari masing-masing perusahaan memiliki prinsip-prinsip pengendalian internal yang berbeda-beda agar dapat mencapai tujuan masing-masing. Namun pada dasarnya secara garis besar adalah yang terpenting terletak pada pengendalian internal akuntansi.

Ilustrasi Pengendalian Internal Akuntansi

Suatu sistem akuntansi setidaknya harus memenuhi enam prinsip utama dari dasar pengendalian internal perusahaan  yang meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Pemisahan dari Tiap Fungsi Departemen/Divisi

Tujuan utama dari pemisahan fungsi masing-masing departemen atau divisi ini sebenarnya adalah untuk menghindari atau meminimalkan terjadinya kesalahan dan mempermudah dalam hal pengawasan agar dapat segera membereskan kesalahan atau ketidakberesan agar tidak sampai berlarut-larut terlalu lama yang dapat menyebabkan terhentinya operasional bisnis. Adanya pemisahan fungsi agar dapat mencapai suatu keefektifan dan efisiensi dalam hal pelaksanaan tugas dan tanggungjawab tiap masing-masing divisi.

2. Membuat Prosedur dari Pemberian Wewenang dan Tanggungjawab

Tujuan utama dari prinsip pembuatan prosedur tentang pemberian wewenang dan tanggungjawab ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi sudah terotorisasi dengan baik oleh setiap orang yang memegang kendali dan wewenang masing-masing.

3. Prosedur File dan Dokumentasi

Prinsip selanjutnya adalah prinsip prosedur mendokumentasi yang layak dan rapi sangat penting dalam hal menciptakan sistem pengendalian internal akuntansi yang lebih efektif dan profesional. Dokumentasi memberikan dasar bahwa penetapan tanggungjawab untuk setiap pelaksanaan dan pencatatan dari sisi akuntansi.

4. Prosedur Pencatatan Akuntansi

Tujuan dari prosedur pencatatan akuntansi ganda ini adalah agar dapat disiapkannya catatan-catatan akuntansi yang lebih teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang akan menggunakannya secara lebih tepat waktu dan terarah dengan baik.

5. Pengawasan Berkala Terhadap Harta Fisik

Usahakan untuk selalu mengadakan pengawasan secara berkala dari setiap penggunaan penggunaan harta fisik dari perusahaan yang Berhubungan langsung dengan berbagai peralatan, perlengkapan dari segi mekanis maupun elektronis dalam setiap pelaksanaan dan pencatatan transaksi operasional sehari-hari perusahaan.

6. Pemeriksaan Internal Secara Bebas Dadakan Tanpa Terjadwal

Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali tentang penerimaan kas dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya bertujuan untuk mengadakan perihal pengawasan terhadap kebenaran data baik dari sisi fisik maupun sisi catatan.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838 7717 7119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.