Kelola Piutang dan Situasi Buruk Akibat Piutang Usaha

Bagaimana Cara Mengelola Piutang Usaha Anda?

ilustrasi piutang usaha

Dengan mengetahui seberapa efektif Anda ketika mengelola piutang usaha, sangat penting artinya dalam hal pengelolaan keuangan perusahaan secara lebih menyeluruh.

Pertanyaan yang seringkali muncul dan lebih diterjemahkan sebagai pertanyaan tentang kebijakan kredit dari suatu perusahaan seperti pertanyaan: “Seberapa efektifkah kebijakan pembatasan kredit penjualan yang sudah Anda terapkan selama ini sehingga mampu untuk meningkat penjualan dari satu sisinya yang lain? Dan seberapa mampukah Anda dalam mengkonversikan piutang menjadi kas sebagai penopang kelancaran operasional perusahaan, dari sisi yang satunya.”

Dengan kata lain, mengetahui seberapa efektif Anda dalam pengelolaan piutang dagang saat menjalankan suatu perusahaan untuk menjawab pertanyaan seperti: seberapa efektifkah Anda dalam melakukan tatakelola keuangan perusahaan dari usaha Anda dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan?

Khusus untuk perusahaan yang berskala besar, tugas pengelolaan keuangan mungkin saja akan diambil alih oleh bagian keuangan (treasury), akan tetapi pada perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah, tugas ini umumnya hanya diambil alih oleh para owner atau bagian accounting saja, termasuk salah satunya adalah urusan piutang dagang. Sehingga, kemampuan mengelola piutang usaha harus dikuasai sepenuhnya oleh mereka yang sudah bekerja pada kedua bagian ini (treasury dan accounting).

Untuk menjawab pertanyaan “seberapa efektifkah Anda dalam mengelola piutang dagang perusahaan” sudah pasti Anda perlu untuk melakukan assessment (pengukuran atau pengujian) dengan menggunakan parameter atau indikator dan metode tertentu yang bisa mengarahkan Anda terhadap kesimpulan tersebut.”Pada bagian accounting itu sendiri, urusan piutang usaha biasanya dipegang oleh bagian khusus yaitu “Accounts Receivable” tentunya di bawah pengawasan chief accounting maupun controller dari perusahaan.

Bagaimana Cara untuk Mengelola Piutang Usaha Secara Lebih Efektif?

Dalam usaha untuk meningkatkan pengelolaan piutang usaha, terdapat dua hal yang umumnya paling ingin dihindari oleh setiap perusahaan (tanpa terkecuali), yaitu:

1. Bad Debt (Piutang Tak Tertagih)

Yang satu ini memang mimpi yang paling buruk (bahkan terburuk) dan paling menakutkan untuk para pengusaha. Perusahaan sehat seperti apapun akan dengan mudah dapat bangkrut apabila memiliki bad debt yang cukup tinggi.

2. Overdue Receivable (Piutang yang Sudah Lewat Jatuh Tempo)

Pembayaran yang melewati jatuh tempo dapat juga menjadi parasit yang sangat mematikan dan dapat dengan mudah menggerogoti kesehatan keuangan perusahaan. Jika keduanya tak mampu dihindari oleh perusahaan dan sudah berdampak pada kesehatan arus kas. Maka hal ini akan memaksa perusahaan untuk melakukan salah satu diantara ketiga alternative tindakan berikut ini:

  1. Berusaha mencari sumber dana lain dari pinjaman bank (bank loan) agar dapat menutupi kebutuhan akan kasnya yang sangat besar. Sudah pasti akan disertai dengan beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan.
  2. Sedikit lebih menurunkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa sehingga pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung juga akan tergerus dengan perlahan. Atau langkah terakhir.
  3. Kombinasi dari keduanya.

Lalu apa yang akan dilakukan oleh para pengusaha agar dapat mencegah bahkan menghindari piutang tak tertagih dan piutang lewat jatuh tempo?

Secara umum dua pendekatan ini yang akan dilakukan oleh para pengusaha tersebut untuk mencegah bahkan menghindari piutang tak tertagih dan piutang jatuh tempo ini, yaitu dengan cara :

Melakukan Tindakan Penagihan yang Lebih Agresif Terhadap Para Terhutang

Mencoba untuk menghubungi para pelanggan terhutang (via email atau telepon) secara terus menerus tanpa henti. Bahkan tidak jarang sampai mendatangi kantornya secara langsung untuk mengingatkan bahwa hutang mereka sudah mendekati waktu jatuh tempo. Apabila sampai pada fase ‘tak tertagih’, biasanya perusahaan “akan” mendatangi kediaman pribadi para pelanggan tersebut untuk melakukan penagihan secara paksa.

Menerapkan Kebijakan Limit Kredit yang Lebih Ketat Terhadap Customer

Jika di masa lalu menyediakan kredit 30 hari yang berlaku untuk semua pelanggan, dalam rangka pencegahan kemungkinan terjadinya bad debt. Mungkin perusahaan akan berusaha untuk mempersempit termin pembayaran menjadi hanya sekitar 2 minggu saja. Dan yang lebih ekstrimnya lagi adalah mungkin perusahaan hanya akan melayani penjualan tunai saja.

Kedua pendekatan tersebut memang sangat ampuh untuk mencegah (atau menghindari) adanya piutang tak tertagih maupun piutang lewat jatuh tempo. NAMUN, apabila dilakukan secara berlebihan TANPA memperhitungkan dari SISI LAIN, perusahaan bisa saja akan terjebak dalam suatu keadaan yang mungkin sama sekali tidak pernah mereka duga.

Salah satunya adalah dari penerapan kebijakan kredit jatuh tempo yang sangat ketat dan tindak penagihan yang lebih agresif. Hal ini akan berdampak langsunng terhadap naik/turunnya penjualan yang pada akhirnya juga akan dapat berpengaruh terhadap pendapatan dan laba-rugi pada akhir periode tertentu.

ntuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software Akuntansi EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi:

Novi Yanirahmawati

WhatsApp: 0838-771-77119
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.