Pajak - Pajak Pertambahan Nilai

Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Definisi & Serba-serbinya

Istilah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) seringkali kita dengar sehari-hari. Meskipun PPN adalah istilah dunia ekonomi, khususnya perpajakan. Tetapi, masyarakat awam juga tahu istilah ini, misalnya saja saat berbelanja suatu barang atau saat makan di restoran.

Meskipun PPN sering didengar dan ditemui sehari-hari, tetapi apakah Anda sudah tahu definisi dan detail-detailnya? Jika belum tahu, Anda sudah berada di artikel yang tepat. Di sini akan dibahas secara lengkap mengenai definisi dan detail dari pajak yang satu ini.

Definisi PPN

Tax - Pajak Pertambahan Nilai

Ada beberapa definisi PPN menurut beberapa ahli, berikut adalah 2 contoh definisinya. Yang pertama adalah menurut Mardiasmo (2008:270), beliau berpendapat bahwa PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Yang kedua adalah definisi dari Siti Kurnia Rahayu (2010:231). Menurutnya, PPN adalah pajak yang dikenakan terhadap pertambahan nilai (Value Added) yang timbul akibat dipakainya faktor-faktor produksi disetiap jalur perusahaan dalam menyiapkan, menghasilkan, menyalurkan dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen.

Apa Dasar Hukum Pajak Pertambahan Nilai di Indonesia?

Segala kebijakan yang ada di negara kita tentu memiliki landasan hukum tersendiri. Begitu pula dengan pajak, khususnya pajak pertambahan nilai. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1983 adalah landasan hukum untuk pajak ini. Undang-undang ini terus mengalami perubahan, hingga saat ini telah mengalami tiga kali perubahan.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000, dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 adalah 3 UU yang menjadi landasan PPN. UU yang terakhir disebut hingga saat ini masih menjadi landasan pajak pertambahan nilai.

Objek PPN

Ada beberapa objek yang dikenai pajak jenis ini, berikut ini di antaranya:

1. Penyerahan barang kena pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha.

2. Impor barang kena pajak.

3. Penyerahan jasa kena pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha.

4. Pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di
dalam daerah pabean.

5. Pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.

6. Ekspor barang kena pajak berwujud oleh pengusaha kena pajak.

7. Ekspor barang kena pajak tidak berwujud oleh pengusaha kena pajak.

8. Ekspor jasa kena pajak oleh pengusaha kena pajak.

Tarif PPN

Tarif yang berlaku secara umum untuk Pajak Pertambahan Nilai adalah 10%. Tarif 10% ini berlaku untuk seluruh produk yang beredar di dalam negeri, termasuk di daerah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undang-undang yang mengatur tentang kepabeanan. Besaran tarif PPN diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, seperti yang telah disebut di atas.

Pembayaran PPN

Dalam transaksi jual beli, PPN merupakan kewajiban dari pembeli sehingga dibayarkan oleh pembeli itu sendiri. Namun, kewajiban pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN merupakan kewajiban Penjual/pengusaha Kena Pajak (PKP). Setelah itu, penjual atau pengusaha tersebut melaporkan pemungutan PPn tersebut ke Ditjen Pajak dalam bentuk faktur pajak.

Pajak Pertambahan Nilai di Software Akuntansi Easy Accounting System

Karena pajak jenis ini sering dijumpai di banyak transaksi, maka penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki sebuah sistem yang mendukungnya. Bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan software akuntansi yang mendukung pencatatan pajak pertambahan nilai bisa memakai Easy Accounting System. Software ini juga support pajak lain yang ada di Indonesia seperti PPH 21, PPH 23, dan lain-lain. Transaksi yang melibatkan pajak dan pelaporan akan jadi makin mudah jika Anda memakai Easy Accounting System.

Jangan ragu untuk memakai Easy Accounting System.Sebab, selain support perpajakan yang berlaku di Indonesia, software Easy 5 juga punya banyak kelebihan lain. Misalnya saja mempunyai banyak fitur unggulan seperti: import transaksi via Excel, Easy Branch, approval, recurring dan lain-lainnya. Jika Anda tertarik memakai Easy Accounting System silakan huungi kontak di bawah ini:

(021) 225 451 83/0838 7717 7119 (Jakarta)

(o31) 9978 3750/0821 3433 5575 (Surabaya)