Setting Database dari Client ke Server

Berikut cara mensetting Database  dari Client ke Server
CLIENT
1. Buka Easy Accounting System | Membuka Data Perusahaan Lama

2. Klik Hard Disk lainnya di Komputer Lain (Remote/Internet) | Auto Refresh Posisi “Off”

3. Ketikan IP Addres Server, Contoh :

4. Klik “Ya”

SERVER
Cara Melihat IP Address Komputer Server:1. Klik Start | ketik CMD | akan muncul kotak hitam di bawah ini | ketikkan “ipconfig”

2. IP Address yang ada di Server di ketikan di Client

Tutorial Cara Input Pembelian

Pencatatan Deviden dalam Sistem Easy Accounting

Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan.
Saat terjadi pengakuan deviden yang harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan buat jurnal;

Laba Ditahan / Deviden (Debet) xxx
Hutang Deviden (Kredit) xxxx

Jika saat pengakuan adanya Hutang Dividen akun lawannya adalah Deviden / tidak langsung memotong saldo Laba Ditahan, maka akun Deviden menggunakan akun tipe Ekuitas / Equity. Di awal tahun berikutnya kita bisa mengnolkan kembali akun Deviden tersebut dengan membuat jurnal balik sebagai berikut;
Laba Ditahan (Debet) XXX
Deviden (Kredit) XXX

Saat Deviden dibayarkan, buat jurnal sebagai berikut;

Hutang Deviden (Debet) xxxx
Kas/Bank (Kredit) xxxx

Menampilkan Laporan Penjualan yang dikenakan PPN

 

Bagaimana jika transaksi penjualan yang dikenakan PPN maupun non PPN  diinput dalam satu database, lalu kita ingin melihat laporan penjualan yang dikenakan pajak saja. Berikut cara memodifikasinya;

Klik menu Laporan > Semua Laporan > Laporan Penjualan > Penjualan per Pelanggan – Rincian. Sebelum di ok kan, modifikasi terlebih dahulu, parameter tanggalnya disesuaikan dengan periode laporan yang ingin dilihat.  Lalu ke tab Colums


Double klik variable Nilai Pajak 1 agar pindah ke kolom Used Columns, kembali ke tab Selected Columns & Filters, ceklist variable apa saja yang ingin ditampilkan, bisa juga variable Nilai Pajak 1 diubah namanya menjadi PPN dengan cara double klik kolomnya lalu ubah namanya. Setelah itu di Column Filter PPN / Nilai Pajak 1 tadi ceklist filter tidak sama dengan diceklist lalu isi kolom bawahnya dengan angka 0. Sebelum diklik Ok, rapikan kembali kolomnya dengan klik tab Groups

Ceklist pengaturan grouping apa saja yang ingin ditampilkan, seperti contoh grouping berdasarkan nama pelanggan, maka hasilnya akan tampil seperti ini;


Dari laporan diatas, transaksi retur penjualan yang ada pajaknya juga masuk ke dalam laporan tersebut.

Mencatat Pelunasan Piutang dipotong dengan Hutang atau Sebaliknya

Bagaimana jika pelanggan / customer kita juga sebagai pemasok / vendor, sehingga piutang pelanggan ingin dipotong dari Hutang, berikut langkah2 mencatat transaksinya dalam sistem Easy Accounting System;

Sebelumnya siapkan satu akun dengan tipe Kas/Bank dengan nama misalkan Akun Silang Kas/Bank atau Akun Perantara Kas/Bank. Setelah itu lakukan transaksi berikut ini;

– Input transaksi Penerimaan Penjualan dari menu Jalan Pintas > Penerimaan Penjualan atau dari menu Daftar > Penjualan > Penerimaan Penjualan > klik Baru, pilih pelanggan lalu akun banknya diisi dengan akun bank yang telah dibuat sebagai perantara tadi. Ceklist faktur yang nilai piutangnya akan dipakai untuk melunasi hutang, jika nominalnya berbeda isi di kolom jumlah pembayaran senilai jumlah yang akan dipotong. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

– Input transaksi Pembayaran Pembelian dari menu Jalan Pintas > Pembayaran Pembelian atau dari menu Daftar > Pembelian > Pembayaran Pembelian > klik Baru, pilih pemasok lalu akun banknya diisi dengan akun perantara yang dipakai saat input penerimaan penjualan, ceklist faktur yang nilai hutangnya akan dipotong, jika nominalnya berbeda isi di kolom jumlah pembayaran senilai jumlah yang akan dipotong. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Dari pencatatan kedua transaksi diatas maka nilai di akun perantara yang dipakai saldonya akan nol.

Jika nilai piutang lebih besar, silahkan input kembali transaksi penerimaan penjualan senilai sisanya ataupun sebaliknya.

Metode lainnya menggunakan akun perantara tipe aktiva lancar lainnya, saat input penerimaan penjualan setelah ceklist fakturnya klik kanan di baris invoicenya lalu pilih Info Diskon, isi kolom Nilai Diskon sejumlah piutang yang mau dipotong, lalu untuk Akun Diskon diisi dengan akun perantara yang tipenya aktiva lancar lainnya tadi.

Begitu pun saat input pembayaran pembelian, kolom akun diskonnya disamakan dengan akun yang dipakai saat input penerimaan penjualan.

Pencatatan Pembelian Aktiva Baru

Bagaimana proses penginputan aktiva tetap baru jika di perjalanan proses input transaksi perusahaan melakukan pembelian aktiva. Berikut cara mencatatnya;
Agar aktiva tersebut dapat diiinput ke dalam modul Aktiva Tetap / Fixed Asset maka sebelumnya harus mempersiapkan hal berikut;

– Akun penampung dengan tipe Aktiva Lancar Lainnya / Other Current Asset, bisa diberi nama misalkan Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Asset Transaction.

– Barang / Item dengan tipe Non Persediaan / Non Inventory Part . Nama barang bisa menggunakan nama aktiva barang yang dibeli atau bisa juga diberi nama Aktiva Tetap, agar nanti saat ada pembelian aktiva lain bisa memakai barang ini. Setting semua akun standarnya ke akun yang sudah dibuat tadi ( Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Asset Transaction ), kecuali untuk akun Penerimaan Barang Belum Tertagih tetap pada akun Penerimaan Barang Belum Tertagih.

Jika kedua hal tersebut sudah dibuat, maka selanjutnya buat Faktur Pembelian dengan barang / item non persediaan yang telah dibuat tadi, dari menu Jalan Pintas > Faktur Pembelian. Atas transaksi tersebut akan timbul jurnal;

Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Asset Transaction (Debet)  Rp XXX
Hutang / Account Payable    (Kredit)                                         Rp XXX

Setelah input transaksi atas pembelian, catat pembelian aktiva tadi ke dalam modul Aktiva Tetap / Fixed Asset. Dari menu Daftar > Aktiva Tetap > Aktiva Tetap, pada tab Pengeluaran pilih akun Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Asset Transaction senilai harga pembeliannya. Dari transaksi ini timbul jurnal;
Aktiva    (Debet)                                      Rp XXX
Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Aset Transaction  (Kredit) Rp XXX

Dari kedua pencatatan diatas, maka akun Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Asset Transaction sebagai penampung bernilai nol, karena jurnal yang tersisa adalah;
Aktiva      (Debet)                   Rp XXX
Hutang / Account Payable    (Kredit)   Rp XXX

Jika dalam pembelian aktiva ingin menggunakan PPN silahkan tambahkan kode pajak pada kolom Pajak di baris detail barang pada Faktur Pembelian.

Jika pembelian aktiva secara tunai maka bisa langsung dicatat ke dalam modul aktiva, di bagian tab Pengeluaran pilih akun Kas/Bank yang digunakan untuk pembelian aktivanya. Atau jika membutuhkan formulir pencatatan transaksinya silahkan gunakan Jurnal Umum atau Pembayaran Lainnya dengan memilih akun debetnya Transaksi Aktiva Tetap / Fixed Aset Transaction, kreditnya Kas/Bank.

Panduan Registrasi dan Migrasi

Berikut cara registrasi dan migrasi;

– Jika baru pertama kali melakukan registrasi
Lengkapi form Info Perusahaan, Form Registrasi yang ada di dalam boks silahkan scan / foto dengan jelas, serta lampirkan printscreen ID Komputer yang ingin diregistrasikan lalu email ke registrasi@easyaccountingsystem.co.id berikut invoice pembelian.

Untuk mendapatkan ID Komputer silahkan klik kanan icon easy lalu run administrator lalu klik hyperlink registration, nanti akan memunculkan ID Komputernya.

– Jika sudah pernah registrasi

Untuk meregistrasikan extra lisensi atau lisensi yang belum terpakai, silahkan print screen ID Komputernya berikut lisensi yang akan digunakan lalu emailkan ke bagian registrasi. Infokan juga nama Perusahaannya di dalam email.– Migrasi Komputer
Untuk memindahkan lisensi komputer yang sudah tidak terpakai,  misalkan dari komputer A ke komputer B, infokan ID Komputer dan Lisensi Lamanya. Setelah ID Komputer dan Lisensi lama di printscreen silahkan unreg komputer lamanya, dari menu Bantuan > Registrasi > tab Unregister setelah itu catat / printscreen kode unregisternya. Kemudian email ke bagian registrasi info Komputer Lama, Kode Unregister berikut ID Komputer barunya.

Menampilkan Nomor SO di Header Form Pengiriman Barang

Berikut cara memodifikasi template Pengiriman Barang / Delivery Order agar headernya bisa muncul nomor SO jika transaksi DO-nya menarik dari Pesanan Penjualan / Sales Order.Dari menu laporan > Rancangan Formulir > Pengiriman Barang > double klik nama rancangannya lalu klik tombol desain manual.
Ke tab data copy qryARInvdet setelah itu klik data tersebut, di sebelah kiri ada setingan properti, kolom Name dan UserName ubah namanya misalkan menjadi HEADER
Setelah itu klik menu laporan > variable maka akan masuk ke menu Edit Variable. Klik icon folder kuning (no. 1) akan membuat kategori baru (no. 2), edit namanya dengan cara klik tombol disamping icon no. 3 misalkan menjadi HEADER, lalu buat variable baru dibawah kategori HEADER tadi dengan mengklik icon no. 3, variable tersebut ganti namanya (no. 4) misalkan menjadi HEADER dengan mengklik icon samping no. 3. Kemudian cari variable SONo (no. 5) copy ekspresinya pastekan ke variable HEADER (no. 4).
Variable qryARInvDet.”SONO” ganti menjadi HEADER.”SONO” setelah itu klik tanda ceklist warna hijau (no.6) .Setelah semua setingan tadi sudah ok, silahkan ke tab Page1 klik icon A (no.1) buat 2 kolom baru (no. 2) untuk isi judulnya misalkan Nomor SO dan kolom untuk variable, double klik kolom tersebut maka akan muncul PopUp Memo klik icon ABC untuk memanggil variable HEADER seperti tampilan dibawah ini.Simpan variable tersebut, setelah itu klik tombol disket untuk menyimpan editan templatenya. Klik tombol OK, untuk menyimpan perubahan.
Maka setingan SO tadi akan tampil menjadi seperti ini;

Menampilkan Sisa Invoice Setelah Uang Muka / Down Payment di Template Faktur Penjualan

Berikut cara memodifikasi tampilan faktur penjualan agar total yang tampil adalah nilai setelah dikurangi down payment / Uang Muka.
Untuk setingan template sebelum build 3839 silakan lakukan hal berikut;

Copy variable data qryDP yang ada di faktur penjualan default, dari menu laporan > rancangan formulir > faktur penjualan double klik template default lalu klik desain manual, setelah terbuka ke tab data copy qryDP seperti tampilan diatas.


Setelah itu buka form template / rancangan faktur penjualan yang akan dimunculkan nilai sisa dikurangi DP-nya, ke desain manual lalu ke tab Data, paste variable data qryDP yang dicopy dari template default tadi.

Setelah itu klik menu Laporan > Variable cari variable “Down Payment” yang ada dalam folder Invoice ekspresi yang tadinya <qryARINV.”PAYMENT”> diganti menjadi <qryARInv.”BRUTOUNITPRICE”> lalu klik ceklist warna hijau untuk menyimpan setingan ekspresi variable tersebut.

Tambahkan objek untuk kolom DP dengan mengklik Obyek Teks yang ada disamping kiri (simbol huruf A), beri judul misalnya Down Payment lalu satu kolom lagi untuk variablenya yang isinya [Down Payment] diambil dari sisipkan ekspresi panggil variable Down Payment.

Lalu untuk kolom Jumlah / Grand Total yang tadinya isi variablenya isinya [Invoice Amount] ganti menjadi [<Invoice Amount>-<Down Payment>]  . Setelah itu klik tombol disket atau menu File > Simpan untuk menyimpan editan templatenya. Setelah keluar Ok-kan kembali.

Jika template create baru dari build 3839 tinggal ubah variable kolom jumlah / Grand Total yang tadinya isi [Invoice Amount] ganti menjadi [<Invoice Amount>-<Down Payment>]

Apabila menggunakan variable Say / Terbilang maka sebelum diprint silahkan klik tombol edit halaman (simbol kertas dan pensil seperti digambar) ganti kata2 terbilangnya, karena terbilang yang tampil adalah terbilang dari total di invoice. Setelah diedit klik tombol keluar jika muncul konfirmasi “Simpan perubahan ke halaman priview ?” konfirmasi Yes, agar editan tersimpan. Maka tampilan setingan tadi akan menghasilkan seperti ini.

Setelah Ok semua, print invoicenya.

Mensetting User Tidak Bisa Menyimpan Transaksi Barang Keluar Jika Stock Tidak Mencukupi

Berikut cara mensetting agar user tidak bisa menyimpan transaksi pengiriman barang / faktur penjualan jika stock barang tidak mencukupi. Klik Menu > Pengguna > Pengguna & Hak Akses maka akan muncul informasi seperti dibawah ini;

Pilih pengguna / user yang aksesnya akan disetting lalu klik ubah, buka tab penjualan di setingan “Kunci jika kuantitas barang kosong” dikolom akses unceklist. Setelah itu klik simpan.

Jika user tersebut sudah login, keluar dari aplikasi terlebih dahulu setelah itu login kembali.